Corona di Bali

Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bali Perjuangkan Ketersediaan Stok Darah Ditengah Covid-19

Kondisi pandemik Covid-19 ini, stok darah yang berasal dari donor darah sukarela jauh menipis.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Foto ilustrasi Donor Darah. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Beberapa organisasi, instansi, dan perusahaan menunda kegiatan donor darah bagi Donor Darah Sukarela karena adanya imbauan membatasi aktivitas keluar rumah dan larangan menghadirkan orang banyak ditengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pencaharian Pelestarian Donor Darah Sularela (P2DDS) sekaligus Humas Unit UTD PMI Provinsi Bali, I Made Geria Arnita mengatakan, saat ini UTD PMI Bali selain mengusahakan donor darah sukarela, juga mengandalkan Donor Darah Pengganti atau pendonor dari keluarga pasien.

“Banyak yang menunda kegiatan donor darah karena situasi lagi begini. Padahal pemasukan yang paling banyak sebenarnya dari donor sukarela yang berkelompok itu. Saat ini kami juga banyak mencari donor darah pengganti yakni donor yang berasal dari keluarga pasien,” ujar, Made Geria pada, Sabtu (4/4/2020).

Dua Langkah Membuat Ayam Goreng Krispi ala Restoran Fast Food, Perhatikan Campuran Ini

Ini Zodiak yang Pandai Mengatur Keuangan, Apa Zodiakmu Diantaranya ?

Ramalan Zodiak Cinta 4 April 2020, Aries Ekspresikan Segala Perasaaanmu, Leo Jangan Emosi

Dalam satu hari, rata-rata terdapat 2 sampai 3 organisasi, instansi ataupun perusahaan yang mengadakan kegiatan donor darah, dengan target 50 hingga 100 kantong per satu kegiatan.

Selain itu ada juga kelompok yang rutin melaksanakan kegiatan donor darah tiga bulan sekali, enam bulan sekali, dan satu tahun sekali.

“Sedangkan untuk pemenuhan kebutuhan darah di UTD PMI Bali, 98 persennya berasal dari donor darah sukarela,” tambahnya.

Karena kondisi pandemik Covid-19 ini, stok darah yang berasal dari donor darah sukarela jauh menipis.

Padahal untuk memenuhi kebutuhan darah di RSUP Sanglah dan rumah sakit swasta yang ada di Denpasar,Bali, UTD PMI Bali harus menyediakan 120 sampai 130 kantong per harinya.

“Biasanya permintaan per hari tetap 120 sampai 130 per hari, bahkan kadang meningkat. Tapi pemasukan darah dari donor sukarela saat ini menurun hampir 50 persen, sehingga kita juga harus mencari donor darah penggantinya,” imbuhnya.

Sementara untuk mengantisipasi terus menipisnya stok darah untuk kepentingan pasien, selain membuka layanan donor di UTD PMI Bali, untuk pendonor sukarela juga bisa mendonorkan darahnya di markas PMI Bali, Jalan Imam Bonjol, Denpasar pada mulai pukul 10.00 WITA hingga pukul 15.00 WITA

“Untuk mengatasi ini, PMI Bali telah membuka gerai donor di markas PMI Bali di Jalan Imam Bonjol setiap hari. Untuk di UTD PMI Bali yang di RS Sanglah juga akan tetap buka,” katanya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved