Corona di Bali

Masyarakat Bali Harusnya Tak Beri Stigma Negatif Bagi PMI yang Pulang dari Luar Negeri Akibat Corona

Stigma negatif yang diberikan sebagian masyarakat Bali ini disesalkan para PMI yang bekerja di kapal pesiar

Istimewa
Pekerja Migran Indonesia tiba di Bali. Masyarakat Bali Harusnya Tak Beri Stigma Negatif Bagi PMI yang Pulang dari Luar Negeri Akibat Corona 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Corona Covid-19 memukul sektor pariwisata di seluruh dunia, termasuk kapal pesiar.

Akibatnya, banyak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sana terpaksa pulang lebih cepat dari biasanya.

Hanya saja kedatangan para PMI ini mendapatkan stigma negatif dari sebagian masyarakat Bali.

Kepulangan para PMI malah mendapatkan tuduhan sebagai pembawa virus ke Pulau Dewata.

Stigma negatif yang diberikan sebagian masyarakat Bali ini disesalkan para PMI yang bekerja di kapal pesiar.

Salah satu gadis Bali yang kini masih bekerja di kapal pesiar, Ni Made Tisna Ulandari mengaku menyesalkan tindakan masyarakat tersebut.

"Yang sangat disesalkan itu masyarakat yang mendiskriminasikan orang yang pulang dari kapal pesiar. Mereka (warga) bilang kalau mereka (PMI) yang bawa penyakit, bawa virus," sesal Tisna saat dihubungi melalui video call dengan Tribun Bali, Minggu (5/4/2020).

Menurutnya, tidak seharusnya masyarakat memberikan stigama negatif kepada para PMI, khususnya yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal pesiar.

Sebab, penerapan cuci tangan bagi pekerja kapal pesiar sudah masuk dalam mandatori jauh sebelum adanya Covid-19.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved