Corona di Bali

Tabanan Siapkan 100 Bed di RS Nyitdah Tangani Pasien Covid-19

Satgas Penanggulangan Virus Corona Tabanan tetap waspada dan menyiapkan Rumah Sakit Nyitdah sebagai alternatif merawat pasien Covid-19

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana di salah satu bangunan RS Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Selasa (14/1/2020). Tabanan Siapkan 100 Bed di RS Nyitdah Tangani Pasien Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Meskipun saat ini di Tabanan sudah tak lagi merawat pasien Covid-19, Satgas Penanggulangan Virus Corona Tabanan tetap waspada dan menyiapkan Rumah Sakit Nyitdah sebagai alternatif merawat pasien Covid-19.

Saat ini, sudah ada 20 bed yang disediakan untuk merawat pasien Covid-19.

Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Tabanan I Putu Dian Setiawan mengatakan, Tabanan saat ini terus mempersiapkan RS Nyitdah sebagai alternatif merawat pasien corona.

Sudah ada 20 bed dari target 100 bed yang disediakan di rumah sakit yang terletak di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Tabanan ini.

"Sampai saat ini sudah ada 20 bed yang tersedia di sana (RS Nyitdah). Mereka juga sudah mulai dilatih," kata Dian, Minggu (5/4/2020).

Mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tabanan ini melanjutkan, selain tempat tidur (bed), sebanyak 30 tenaga medis juga telah disiagakan di RS tersebut.

"Tapi nanti akan terus ditambah dulu, karena kami akan sediakan 100 bed untuk antisipasi wabah Covid-19 ini. Kami juga masih berproses untuk melengkapinya," ujarnya.

Dia mengharapkan, seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain itu untuk sementara jangan berkerumun dan lakukan social distancing.

"Kami harapkan masyarakat tetap terapkan PHBS, jauhi kerumunan dan minimalisir menyentuh benda di tempat publik," harapnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti menyebutkan, Pemkab Tabanan sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 11 miliar untuk penanganan Covid-19 di Tabanan.

Anggaran tersebut berasal dari APBD Tabanan.

"Kami siapkan dari anggaran tak terduga yang biasanya diperuntukan di BPBD dan Dinkes," katanya.

Jumlah anggaran tersebut, kata dia, digunakan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19.

(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved