Virus Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia, Ahli: Akan Lebih Banyak di Masa Depan

Virus corona atau Covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir yang akan dihadapi umat manusia

Pixabay
Ilustrasi dunia - Virus Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia, Ahli: Akan Lebih Banyak di Masa Depan 

TRIBUN-BALI.COM - Virus corona atau Covid-19 tidak akan menjadi pandemi terakhir yang akan dihadapi umat manusia.

Di masa mendatang, malapetaka lain bisa terjadi kembali selama manusia terus menghancurkan alam liar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dr Enric Sala, ahli ekologi kelautan yang juga tergabung dalam Campaign for Nature National Geographic.

"Saya benar-benar yakin bahwa akan ada lebih banyak penyakit seperti ini di masa depan, jika manusia terus menghancurkan alam, menggunduli hutan, menangkap binatang liar menjadi binatang peliharaan, makanan, atau obat-obatan," kata Sala seperti dikutip dari Independent, Jumat (20/3/2020).

Menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nature, trenggiling disebut sebagai hewan yang mungkin membawa virus corona sebelum akhirnya menular ke manusia.

Namun di balik itu, sebenarnya ada masalah yang lebih luas pula.

Kerusakan ekosistem yang dilakukan manusia, membawa kita lebih dekat dengan satwa liar daripada sebelumnya.

Padahal, ekosistem yang memiliki keanekaragaman hayati itu mengandung virus unik.

"Ketika kita menghancurkan hutan tropis, menggantikannya dengan desa, pertambangan, membunuh atau menangkap hewan liar untuk dimakan, kita membuka diri terhadap virus-virus itu," ungkap David Quammen, penulis buku Spillover: Animal Infections and the Next Human Pandemic.

Sementara itu kita belum banyak tahu, hewan mana saja yang berpotensi menjadi reservoir patogen.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved