Warga Wuhan Jalani Hidup Normal Setelah 2 Bulan Lockdown, Yu: Tidak Mudah Kembali dari Kematian

Warga Wuhan harus dikarantina di rumah masing-masing setelah pemerintah China menerapkan lockdown pada akhir Januari 2020.

ROMAN PILIPEY/EPA-EFE
Warga berjalan memakai masker di jalanan yang masih dipasang pagar pembatas di Wuhan, China, 30 Maret 2020. Warga Wuhan bersiap memulai kembali aktivitasnya setelah lockdown dua bulan. 

TRIBUN-BALI.COM – Sebelum semua tempat di seluruh dunia, Wuhan adalah kota yang pertama kali merasakan penderitaan akibat virus corona.

Warga Wuhan harus dikarantina di rumah masing-masing setelah pemerintah China menerapkan lockdown pada akhir Januari 2020.

Sebagian besar warga harus hidup dalam ketakutan akan kematian dan kesehatan mereka.

Kini, setelah hampir dua bulan harus dikarantina, kasus Covid-19 di Wuhan terus berkurang, bahkan sempat tidak ada laporan kasus baru.

Otoritas setempat pun mencabut aturan lockdown dan masyarakat bisa menghirup udara bebas lagi.

Cerita Juliartha ABK Kapal Pesiar yang Terkurung di Kapal: Tertekan Dibilang Pulang Bawa Penyakit

Ramalan Zodiak Cinta 6 April 2020, Banyak Permasalahan yang Perlu Diselesaikan Aquarius

Dampak Virus Corona, Gaji Lansia di Badung Terancam Tak Cair

Wong Yu (26), seorang guru di Wuhan, menceritakan pengalamannya kepada Guardian masuk kembali ke kehidupan normal, yang ternyata tidak mudah.

Rasanya tidak berlebihan jika dikatakan sejak tanggal 23 Januari, ketika pemerintah menetapkan lockdown di Wuhan, kehidupan di negaraku berubah. Kami harus bertahan menghadapi epidemi, dikunci di rumah, dan menerima berbagai kabar buruk.

Kami menghadapi rasa takut, cemas, dan kemarahan.

Setelah melalui berbagai musibah dan bencana sebelumnya, aku merasa sudah siap secara emosional.

Tapi, tak ada orang yang bisa siap untuk ini.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved