Dulu Ditolak Penerbit, Kini Novel Pandemi Global Ini Akhirnya Rilis, Dulu Disebut Tak Masuk Akal

Diceritakan, London menjadi pusat pandemi global yang memaksa pemerintah untuk menerapkan lockdown.

Quercus
Novel "Lockdown" karya Peter May tahun 2005. 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang penulis asal Skotlandia, Peter May (68), menulis sebuah buku berjudul "Lockdown" 15 tahun yang lalu.

Novel yang dirilis pada 2005 itu bercerita tentang pandemi global.

Kala itu, novel tersebut pernah ditolak oleh penerbit karena dianggap terlalu tidak masuk akal.

Kini, "Lockdown" tampak begitu relevan.

Nyatanya, virus Corona telah menjadi pandemi global.

Karya May akhirnya dirilis pada Kamis (2/4/2020) lalu.

Novel thriller itu mengambil latar di London.

Diceritakan, London menjadi pusat pandemi global yang memaksa pemerintah untuk menerapkan lockdown.

Kisah ini tidak sepenuhnya berdasarkan pada imajinasi May.

Sang penulis menggunakan dokumen-dokumen kesiapan Inggris dan Amerika Serikat terhadap pandemi dari tahun 2002.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved