Jepang Berlakukan Darurat Nasional Virus Corona

Ketika sebuah daerah ditetapkan dalam kondisi darurat, para gubernur memiliki wewenang untuk meminta warganya tetap di rumah

NHK
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe 

TRIBUN-BALI.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang, Senin (6/4/2020) mengumumkan akan menerapkan situasi darurat nasional.

Ada 3 poin utama dalam kebijakan tersebut. Poin-poin ini mencakup kewenangan para gubernur di daerah-daerah yang ditetapkan kondisi darurat, dan aturan untuk warganya.

1. Aturan untuk warga

Ketika sebuah daerah ditetapkan dalam kondisi darurat, para gubernur memiliki wewenang untuk meminta warganya tetap di rumah dan menutup tempat usaha.

Gubernur juga berwenang membatasi penggunaan fasilitas umum seperti sekolah, fasilitas kesejahteraan sosial, teater, tempat musik, dan stadion olahraga.

Ini Cara Pelatih Bali United Teco Betah di Rumah Selama Libur Dampak Corona

Kebiasan Orangtua Ini Tanpa Sadar Membuat Anak Menjadi Picky Eater, Bagaimana Mengatasinya?

Kambing Pun Masuk Kota

Selain membatasi, gubernur pun berhak memerintahkan penutupan di fasilitas-fasilitas tersebut.

Dengan membuat masyarakat tidak keluar rumah kecuali untuk kebutuhan mendesak, gubernur dapat menghindari kewalahan di sistem perawatan kesehatan.

2. Gubernur boleh dirikan rumah sakit darurat

Gubernur juga memiliki kewenangan untuk mendirikan rumah sakit darurat, jika kawasan pimpinannya ditetapkan dalam kondisi darurat.

Kewenangan ini bisa diambil jika rumah sakit yang ada sudah penuh dan perlu mendirikan yang baru secara cepat, seperti di China dan Amerika Serikat (AS).

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved