Redam Informasi yang Menyesatkan, WhatsApp Lakukan Pembatasan terhadap Penerusan Pesan Berantai

Hal itu dilakukan karena selain untuk tujuan positif seperti berkomunikasi dengan keluarga di tengah social distancing akibat wabah virus corona,

Pixabay
Ilustrasi aplikasi WhatsApp - 

TRIBUN-BALI.COM - Sebagai upaya meredam misinformasi yang beredar di layanannya, pekan ini WhatsApp mengumumkan fitur baru untuk membatasi penerusan (forward) pesan secara berantai.

Hal itu dilakukan karena selain untuk tujuan positif seperti berkomunikasi dengan keluarga di tengah social distancing akibat wabah virus corona, WhatsApp juga marak digunakan untuk menyebar informasi keliru yang menyesatkan.

 Pesan-pesan yang sudah diteruskan berkali-kali -ditandai dengan ikon panah ganda di pojok kiri atas chat bubble- kini hanya bisa diteruskan ke satu obrolan dalam satu waktu, turun dari jumlah sebelumnya sebanyak 5 kontak dalam satu waktu

WhatsApp mulai menandai pesan berantai pada pertengahan 2018.

Nasib Gaji ke-13 dan THR untuk ASN Tunggu Arahan Presiden Melalui Sidang Kabinet

Hingga Hari ini Karyawan yang Dirumahkan di Badung Berjumlah 12.711 Orang, 166 Kena PHK

Eks Karyawan Bali United Ngurah Wirya: Nikmati Waktu Bersama Anak & Tunggu Pandemi Covid-19 Selesai

Kemudian, pembatasan forward hanya ke 5 kontak sekaligus mulai diberlakukan pada awal 2019.

Pada 7 April 2020, penerusan pesan macam ini dibatasi hanya ke satu kontak dalam satu waktu, untuk meredam misinformasi terkait wabah Covid-19.

Jika pengguna memilih lebih dari 5 kontak, akan muncul notifikasi yang menginformasikan bahwa batas forward sudah maksimal.

WhatsApp mengklaim limitasi forward semacam itu berhasil meredam peredaran pesan berantai.

"Kami sebelumnya menetapkan batasan pada pesan yang diteruskan untuk menangani konten viral, yang menyebabkan penurunan pesan yang diteruskan sebanyak 25 persen secara global pada saat itu," tulis WhatsApp dalam keterangan kepada KompasTekno, Selasa (7/4/2020).

KompasTekno sempat mencoba meneruskan pesan berantai yang ditandai dengan ikon double arrow, tapi masih bisa melakukan forward ke lebih dari satu kontak sekaligus.

 Mungkin pemberlakuannya masih belum merata.

Masih dalam rangka mengurangi misinformasi terkait Covid-19, WhatsApp bekerja sama dengan otoritas-otoritas kesehatan dunia untuk membantu penggunanya dalam mendapat informasi yang valid

Di Indonesia, misalnya, WhatsApp telah meluncurkan layanan chatbot hasil kerja sama WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Pengguna bisa memanfaatkan layanan chatbot ini untuk menanyakan pertanyaan seputar Covid-19.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved