Ini Hasil Rapat Pemkab Tabanan dengan 9 Lembaga Muslim yang ada di Tabanan Tentang Mudik

Asisten III Sekda Tabanan dan Dinas Perhubungan Tabanan telah melakukan rapat terbatas bersama 9 lembaga Muslim yang ada di Tabanan, Bali

Istimewa
Pemkab Tabanan melalui Asisten III Sekda Tabanan dan Dinas Perhubungan Tabanan telah melakukan rapat terbatas bersama 9 lembaga Muslim yang ada di Tabanan, Selasa (7/4/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan melalui Asisten III Sekda Tabanan dan Dinas Perhubungan Tabanan telah melakukan rapat terbatas bersama 9 lembaga Muslim yang ada di Tabanan, Bali, Selasa (7/4/2020).

Dalam rapat terbatas tersebut ada empat poin yang dihasilkan.

Salah satunya adalah program mudik gratis tahun ini ditiadakan mengikuti instruksi Menteri Dalam Negeri.

Empat poin usai rapat terbatas tersebut diantaranya, imbauan agar tidak melaksanakan mudik bagi warga muslim di Tabanan maupun warga muslim yang berada di luar Tabanan.

Operasi Keselamatan Agung 2020, Satlantas Polres Klungkung Bagi Masker dan Hand Sanitizer Gratis

Transmart Home Dailivery, Belanja Aman dan Nyaman

Ops Keselamatan Agung 2020, Polresta Denpasar Bagikan Masker dan Berikan Imbauan Tentang Covid-19

Kedua, tetap melaksanakan kewajiban sembahyang di rumah atau tidak berjamaah dalam kapasitas besar di Masjid baik rutinitas harian, jumat an ataupun hari besar.

Kemudian poin ketiga adalah Program Mudik gratis tahun ini ditiadakan mengikuti intruksi Mendagri.

Dan terakhir tetap mengimbau kepada Tokoh Muslim untuk berperan aktif mengawasi program karantina mandiri terutama para santri yang baru pulang dari luar Tabanan.

"Hasilnya sudah disesuaikan dengan rapat terbatas. Dan semua pimpinan lembaga muslim mendukung penuh kebijakan Pemerintah Daerah Tabanan dan akan turut aktif bekerjasama dalam pencegahan Covid-19 saat ini," ujar Kadishub Tabanan, I Gusti Ngurah Putu Darma Utama, Rabu (8/4/2020).

Disinggung mengenai apakah sudah ada rencana berapa bus yang akan diberangkatkan pada program mudik gratis tahun ini, Mantan Camat Selemadeg Timur ini menyatakan, belum ada perencanaan.

"Belum ada perencanannya, karena pengganggaran bukan di pemerintah juga melainkan CSR. Jika tahun lalu ada 11 bus yang berangkat untuk program mudik gratis ini," tandasnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved