Jurnalis Kambali Zutas Luncurkan Buku “Euforia Sepak Bola Bali” Saat Liga 1 Dihentikan

Mudah-mudahan buku ini menjadi semacam pemantik penulis di Bali khususnya terhadap olahraga sepak bola dari berbagai perspektif

TRIBUN BALI
Jurnalis Kambali Zutas meluncurkan sebuah buku berjudul “Euforia Sepak Bola Bali”. 

DENPASAR, TRIBUN-BALI.COM - Di saat Kompetisi Liga 1 dan 2 dihentikan sementara akibat pandemi Covid-19, jurnalis Kambali Zutas meluncurkan sebuah buku berjudul “Euforia Sepak Bola Bali”. Buku ini berisi tulisan esai dengan isi mengulas kembali fenomena tim sepak bola Bali United FC.

Tulisannya saling berhubungan dalam bingkai sepak bola yang mengurai kultur budaya, psikologi, sosiologi, sejarah, bahasa dan sastra Bali dan Indonesia. Semacam melihat Bali dan Indonesia dari lapangan sepak bola.

“Keinginan menulis buku tentang sepak bola sebenarnya sudah lama, tetapi baru terealisasi sekarang, kebetulan kompetisi Liga 1 dan di liga-liga di dunia juga dihentikan sementara akibat wabah Covid-19. Sebenarnya inginnya pas kick-off kompetisi Liga 1 kemarin bisa launching, tetapi berbagai hal, akhirnya molor hingga akhir Maret,” ujarnya, Rabu (8/4/2020).

Buku ini menjadi karya kedunya setelah setahun lalu, jurnalis kelahiran Nganjuk, Jawa Timur ini meluncurkan karya antologi puisi “Laila Kau Biarkan Aku Majnun”.

“Satu tahun tidak membuat karya, seperti tidak produktif sebagai penulis, karena sebenarnya ada ruang dan waktu serta kesempatan,” tambahnya.

Dalam buku ini, ia mencoba menulis kembali fenomena sepak bola Bali United FC. Seperti catatan perjalanan pesepakbolaan Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Namun tidak tidak berbicara tentang pertandingan per pertandingan Bali United dan strategi pelatih, melainkan tulisan yang berhubungan antara sepak bola dan kultur budaya, psikologi, sosiologi, sejarah, bahasa dan sastra Bali dan Indonesia.

Semacam melihat Bali dan Indonesia dari lapangan sepak bola. Diawali dengan babak baru sepak bola Bali, dilanjutkan dengan para pelatih, pemain, penonton dan tambahan waktu yang berisi wawancara khusus Ketua KONI Bali dan Ketua Asprov Bali.

“Tentunya ini masih jauh dari kata sempurna, dan perlu dilanjutkan lagi secara detail tentang persepakbolaan Bali. Ini sebagai awal, jika tulisan tentang sepak bola tidak melulu berbicara kalah dan menang atau pertandingan, tetapi dampak sepak bola itu utamanya kepada empat pelaku utama sepak bola dan masyarakat Bali pada umumnya,” jelasnya.

Kambali berharap buku ini bisa menjadi upaya memperkaya dan melestarikan budaya literasi. “Mudah-mudahan buku ini menjadi semacam pemantik penulis di Bali khususnya terhadap olahraga sepak bola dari berbagai perspektif,” tandasnya. 

Penulis: I Putu Darmendra
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved