UKM Bangli Kebanjiran Order Pembuatan Masker, Dampak Kelangkaan Masker di Tengah Pandemi Corona

Merebaknya wabah virus corona hingga menyebabkan kelangkaan sejumlah barang seperti masker, justru memberikan peluang bagi sejumlah UMKM Bangli

Dok
Pelatihan - 8 warga yang sempat mendapat pelatihan jahit di Bangli kembali mendapat pelatihan pembuatan masker. Mereka ditarget 2300 lembar, dan seluruhnya akan dibagikan kepada masyarakat, Senin (6/4/2020). UKM Bangli Kebanjiran Order Pembuatan Masker, Dampak Kelangkaan Masker di Tengah Pandemi Corona 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Merebaknya wabah virus corona hingga menyebabkan kelangkaan sejumlah barang seperti masker, justru memberikan peluang bagi sejumlah UMKM Bangli.

Mereka yang bergerak di bidang jahit pun kini mulai kebanjiran orderan, baik dari instansi pemerintah maupun organisasi.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Luh Ketut Wardani membenarkan ihwal banjir order pembuatan masker ini.

Total order pembuatan masker mencapai 14 ribu lembar.

Dimana 3 ribu lembar orderan datang dari RSJ Bangli, 6 ribu lembar dari Dinas Koperasi Provinsi Bali, serta 5 ribu lembar dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangli.

“Semua pejabat struktural Provinsi pada masing-masing OPD wajib menyumbangkan masker. Dalam hal ini Bangli mendapat orderan 6 ribu lembar, dengan target penyelesaian hingga tanggal 13 April. Untuk RSJ saat ini sebagian sudah selesai dikerjakan, dan untuk IDI target penyelesaian secepatnya karena akan dibagikan kepada masyarakat,” ujar Wardani, Rabu (8/4/2020).

Pihaknya mengatakan 14 ribu orderan masker tersebut digarap oleh 18 UKM di Bangli.

Orderan ini diakui Wardani bukan satu-satunya, sebab sejumlah penjahit juga mendapat orderan dari tempat lain, baik masyarakat dari banjar ataupun instansi swasta.

“Karenanya kami bekerjasama dengan salah satu UKM di wilayah Tembuku yang sudah bergerak di garmen untuk menyediakan bahan, dan dibagikan kepada UKM lain. Ia juga kami minta untuk mengakomodir penjahit-penjahit kecil di wilayahnya agar berbagi, mengingat situasi seperti ini banyak penjahit yang sepi orderan,” katanya.

Masker buatan UKM memiliki bentuk dan bahan yang beragam.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved