Corona di Indonesia

Beban Listrik di Sistem Jawa-Bali Turun 11,2%, Kini Jadi 23.700 Megawatt (MW)

Secara sistem saat ini beban Jawa Bali turun akibat Covid-19. Cadangan lebih dari cukup, sangat aman

TRIBUN BALI/M. FIRDIAN SANI
Petugas Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) Area Bali Selatan tampak membenahi listrik di Jalan Gunung Karakatau I, Denpasar Barat, Bali, Senin (23/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Wabah virus corona berdampak luas dan telah menjalar ke berbagai sektor. Aktivitas ekonomi yang tertekan telah menurunkan tingkat konsumsi energi, termasuk listrik. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun mencatatkan pemakaian setrum bisa turun cukup dalam.

Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura dan Bali PLN Haryanto WS mengungkapkan, beban puncak di sistem kelistrikan Jawa-Bali kini menjadi 23.700 Megawatt (MW). Jumlah itu turun 11,2% dibandingkan beban dalam kondisi normal.

Kendati begitu, Haryanto memastikan, pasokan listrik untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali tetap terjaga dan cadangan daya yang surplus. “Secara sistem saat ini beban Jawa Bali turun akibat Covid-19. Cadangan lebih dari cukup, sangat aman,” ungkapnya, Kamis (09/04/2020).

Token Listrik Gratis Bisa Didapat via Nomor WhatsApp 08122123123, Begini Caranya

Menurutnya, merosotnya beban listrik di sistem Jawa-Bali sangat terasa sejak pekan ketiga bulan Maret seiring dengan turunnya konsumsi listrik, khususnya dari segmen bisnis dan industri.

Dalam catatan Kontan.co.id pada pertengahan Maret lalu, Executive Vice President Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar mengungkapkan, anjuran untuk mengurangi aktivitas di keramaian serta skema Work From Home (WFH) oleh sejumlah instansi dan perusahaan, memang akan meningkatkan konsumsi listrik di segmen rumah tangga.

Layanan Whatsapp Listrik Gratis PLN Bermasalah, Akan Beroperasi Lagi 6 April Mendatang

Namun, pada saat yang bersamaan konsumsi listrik di segmen bisnis dan industri akan merosot. Menurut Edison, perbandingan kenaikan konsumsi setrum di segmen rumah tangga lebih mini dibandingkan penurunan konsumsi di segmen bisnis dan industri.

Edison memperkirakan, peningkatan konsumsi listrik di segmen rumah tangga bisa menyentuh 1,5% sampai dengan 2%. Sementara penurunan di sektor bisnis diprediksi berada dalam rentang 0,9% hingga 1,8%. Konsumsi listrik di segmen industri diperkirakan merosot lebih dalam, yakni di angka 1,2% sampai dengan 2,4%.

38 Ribu Pelanggan Berhak Nikmati Program Listrik Gratis dan Diskon, Ini Cara Mendapatkannya

Cara Dapat Token Listrik Gratis 3 Bulan dari PLN, Login www.pln.co.id Kemudian Ikuti Langkah Ini

Angka tersebut disimulasikan dengan asumsi dampak dari Corona akan bertahan lama. Dengan simulasi itu, penurunan penjualan listrik PLN dalam setahun ini diperkirakan mencapai 0,6% hingga 1,2%.

“Rumah tangga meningkat tapi perkiraannya tidak menutup Kwh (Kilowatt hour) penurunan bisnis dan industri. Dampak Corona ini dapat membawa penurunan penjualan listrik secara total setahun,” kata Edison beberapa hari lalu. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Konsumsi turun, beban listrik di sistem Jawa-Bali turun 11,2% karena corona, https://industri.kontan.co.id/news/konsumsi-turun-beban-listrik-di-sistem-jawa-bali-turun-112-karena-corona

Penulis: Kambali
Editor: Kambali
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved