Jumlah Penderita Capai 1.059 Orang, Buleleng Peringkat Kedua Nasional Kasus DBD

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Buleleng menduduki peringkat kedua kasus DBD di Indonesia

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Jumlah Penderita Capai 1.059 Orang, Buleleng Peringkat Kedua Nasional Kasus DBD 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Selain harus waspada dengan wabah virus corona atau Covid-19, masyarakat Kabupaten Buleleng juga harus berhati-hati dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Buleleng menduduki peringkat kedua kasus DBD di Indonesia.

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dikonfirmasi, Kamis (9/4/2020), membenarkan saat ini Buleleng berada di peringkat kedua nasional kasus DBD.

Sutjidra menyebutkan, sejak Januari hingga saat ini sudah sebanyak 1.059 orang di Buleleng didiagnosa terserang DBD.

Dari ribuan orang itu, dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia.

Dua warga yang meninggal dunia akibat terserang DBD ini, sebut Sutjidra, berasal dari Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, dan dari Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng.

"Memang dari Januari kasusnya tinggi sekali. Dua orang yang meninggal dunia ini, meninggal dunia bukan karena DBD saja, ada penyakit penyerta lainnya yang memberatkan penderita itu sendiri. Sementara ribuan pasien yang lain, sudah ditangani. Mereka tersebar di rumah sakit pemerintah dan rumah sakit swasta," ucap Sutjidra.

Disinggung terkait wilayah rawan, Sutjidra menyebut, kasus DBD ini hampir merata terjadi di 9 Kecamatan yang ada di Buleleng.

Namun jumlah pasien terbanyak, ada di Kecamatan Buleleng, Gerokgak, Banjar dan Tejakula.

Kendati jumlah pasien sangat banyak, Sutjidra menegaskan hal ini bukan termasuk dalam Kasus Luar Biasa (KLB).

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved