Dana BOS Boleh untuk Beli Kuota Siswa dan Guru, Disdikpora Bali Tunggu Perintah Resmi

Boy meminta agar kebijakan ini segera diturunkan sehingga dapat meringankan beban siswa dan orangtuanya.

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Suasana pembelajaran dengan sistem online di SMK Prada Badung 

TRIBUNBALI.COM  - Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Boy Jayawibawa belum berani menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembelian kuota internet bagi guru dan siswa. 

Kata Boy, hal ini dikarenakan kebijakannya belum secara resmi diturunkan oleh pemerintah pusat.

Untuk diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan dana BOS bisa digunakan membeli kuota siswa dan guru untuk mendukung upaya belajar mengajar secara daring.

“Kebijakan relaksasi dana BOS dari Bapak Mendikbud ini kami ketahui melalui media, secara resmi belum,” kata Boy, Jumat (10/4/2020).

Ia mengatakan, kalaupun nantinya akan dikeluarkan kebijakan tersebut, pihaknya berharap diterbitkan pula petunjuk pelaksanaanya.

“Kami berharap diterbitkan lengkap dengan pedoman dan petunjuk pelaksanaannya," ujar dia.

"Sehingga dapat segera dilakukan revisi atas dokumen Rencana Kerja Anggaran Sekolah yang sudah ditetapkan sebelumnya dan dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan tersebut,” sambung Boy.

Boy meminta agar kebijakan tersebut segera diturunkan sehingga dapat meringankan beban siswa dan orangtuanya. Lebih jauh, kendati tengah dilanda masalah global Covid-19 ini, Boy mengungkapkan tidak ada penundaan perihal pencairan dana BOS ini ke sekolah-sekolah.

Kebijakan ini mencuat setalah pro kontra terkait kegiatan belajar mengajar di rumah secara online. Terkait belajar secara daring, tak sedikit orangtua mengeluh dari banyaknya tugas yang diberikan, terkendala sinyal internet, bahkan sampai mengeluarkan uang lebih untuk membeli kuota di tengah krisis.

Kemudian Mendikbud Nadiem Makarim memperbolehkan dana BOS digunakan untuk pembelian kuota internet bagi guru dan siswa. Kebijakan itu diambil sebagai bentuk dukungan kegiatan online untuk memutus mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

Terkait dana BOS, kebijakan terbaru menyatakan bantuan dari pusat akan langsung dikirimkan ke rekening sekolah. Dengan demikian dana BOS tidak lagi dikirimkan melalui RKUD Provinsi dan menjadi lebih fleksibel dari tahun sebelumnya.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved