Dirjen Bimas Buddha Kemenag Imbau Perayaan Waisak Dilaksanakan Dari Rumah

Segala bentuk ibadah termasuk peringatan detik-detik Waisak yang akan jatuh pada pukul 17.44 WIB juga dapat diselenggarakan dari rumah

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
ILUSTRASI Ratusan umat Buddha terlihat memadati Vihara Asoka Arama, Denpasar, Minggu (19/5/2019) guna melaksanakan ibadah memperingati Hari Suci Waisak 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Sebagai bagian dari upaya pemutusan rantai penyebaran COVID-19, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengimbau perayaan Hari Raya Waisak dilakukan dari rumah.

“Sebentar lagi tanggal 7 Mei 2020, umat Buddha itu akan melaksanakan hari raya Waisak 2.564 Buddhist Era. Dirjen Bimas Buddha mengajak semua umat Buddha di Tanah Air, dalam rangka melaksanakan Waisak ini, kita merayakan masing-masing dari rumah,” ujar Sekretaris Bimas Buddha Kemenag RI Nyoman Suriadarma pada Konferensi Pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha BNPB Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Segala bentuk ibadah termasuk peringatan detik-detik Waisak yang akan jatuh pada pukul 17.44 WIB juga dapat diselenggarakan dari rumah termasuk kegiatan ibadah atau Puja Bhakti di hari Minggu.

“Demikian pula sekolah Minggu yang biasa rutin dilakukan oleh anak-anak kita, mari anak-anak kita ajar dan ajak belajar dari rumah masing-masing,” kata Nyoman.

1.981 Karyawan Dirumahkan dan 122 Orang Kena PHK di Buleleng

Periksa & Data Warga, Banjar Suwung Batan Kendal Denpasar Antisipasi Penularan Covid-19 Sejak Dini

Bali United Ajak Semua Elemen Kumpulkan Donasi untuk Menangani Covid-19

Dalam hai ini, Pemerintah mengajak kepada umat Buddha di seluruh Tanah Air agar mematuhi imbauan tersebut dalam rangka menghadapi, melawan, bahkan memberantas coronavirus disease 2019 yang saat ini sedang menimpa bangsa ini.

“Tiga poin ini penting kita laksanakan agar keluarga kita, tetangga kita, semua kita bentengi agar semua dapat terhindar dari COVID-19 ini,” imbuhnya.

Menurut Nyoman, kegiatan ibadah, sembahyang, puja bhakti dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi seperti pemanfaatan media sosial, baik melalui siaran langsung digital (live streaming) dan berbagai macam mediasi berbasis teknologi lainnya.

“Teknologi bisa kita manfaatkan bersama keluarga, bersama saudara, baik itu yang jauh dari tempat kita, tetap bisa melakukan komunikasi, selalu melakukan silaturahmi dengan keluarga menggunakan teknologi yang kita miliki,” tambah Nyoman.

Nyoman juga menekankan agar umat Buddha di seluruh Tanah Air melakukan gerakan pencegahan penularan COVID-19 seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, selalu memakai masker untuk semua terutama apabila harus berada di tempat umum, jaga jarak aman minimal satu sampai dua meter, dan memproritaskan aktivitas dari rumah saja.

Nyoman juga mengimbau umat Buddha di seluruh Indonesia untuk tidak mudik dan membatasi interaksi langsung secara fisik dengan siapapun.

“Lakukan semuanya dengan disiplin, jadilah pahlawan, lindungi diri, lindungi orang lain, mari menangkan perang melawan COVID-19, Indonesia bisa, salam tangguh,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved