Corona di Indonesia

Kepala Gugus Tugas Covid-19 Pusat: Sejumlah Daerah Mungkin Akan Terapkan PSBB Seperti Jakarta

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini mulai diberlakukan di Jakarta pada Jumat (10/4/2020) ini, "Kemungkinan juga akan diterapkan

Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Letjen TNI Doni Monardo 

TRIBUN-BALI.COM - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) Pusat sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menyatakan ada kemungkinan sejumlah daerah akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di DKI Jakarta.

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini mulai diberlakukan di Jakarta pada Jumat (10/4/2020) ini, "Kemungkinan juga akan diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia," kata Doni.

Hanya saja ia belum memberikan perinciannya wilayah mana saja yang meminta status PSBB dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona Covid-19 tersebut.

Karena itu agar kebijakan PSBB bisa berjalan efektif Doni meminta agar masyarakat mematuhi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.

Putus Mata Rantai Virus Corona, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jembrana Sumbang Disinfektan ke MCCC

Ketua DPRD Tabanan Minta Pergeseran Anggaran: Yang bisa Dipangkas, Agar Dipangkas Saja

Tipu Calon Tenaga Kerja ke Luar Negeri Hingga Alami Kerugian Rp 30 Juta, Terdakwa Endang Diadili

Saat kebijakan efektif maka upaya percepatan penanganan Covid-19 dapat berjalan optimal. 

"Tentunya harus menjadi komitmen kita bersama untuk kita patuhi, kita laksanakan dengan setulus hati. Ini yang harus kita ingatkan selalu," tandas Doni.

Pada kesempatan itu Doni juga mengingatkan agar masyarakat melakukan perilaku disiplin secara kolektif.

Perilaku disiplin ini sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona Covid-19.

"Dengan meningkatkan disiplin kita harapkan kita mampu memutus mata rantai penularan Covid-19," ujar Doni dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Jumat (10/4).

Menurut Doni, memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan disiplin secara individu.

Semua pihak, kata dia, harus mendisiplinkan diri dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah.

Doni menjelaskan, apabila ada satu atau dua orang belum melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin, maka tiap-tiap masyarakat berkewajiban untuk mengingatkan orang-orang tersebut.

Disiplin kolektif ini agar upaya memutus penyebaran virus COVID-19 dapat berjalan efektif. 

"Harus ada kemauan untuk menyampaikan untuk mengingatkan tentang pentingnya harus selalu jaga jarak, tentang pentingnya untuk menghindari menyentuh bagian tertentu dari wajah yang sangat sensitif, terutama mata, hidung dan mulut setelah tangan menyentuh sesuatu barang yang bekas dari rekan kita atau saudara kita yang memiliki positif sebagai Covid-19," ujar Doni.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved