Breaking News:

Rahmat Dengar Dentuman Keras Saat Anak Krakatau Meletus, Warga di Pesisir Kalianda Mengungsi

Warga Pulau Sebesi yang berada 19 kilometer dari Gunung Anak Krakatau mengatakan, abu tebal ikut menyembur sejak gunung di Selat Sunda itu meletus.

Gambar oleh 272447 dari Pixabay
Foto ilustrasi Gunung Anak Krakatau Erupsi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -Bencana alam kembali terjadi di Indonesia.

Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Jumat (10/4/2020) malam di Lampung.

Erupsi dikabarkan terjadi dua kali dan menyemburkan abu tebal.

Letusan pertama terjadi sekitar pukul 21.58 WIB. 

Gunung Anak Krakatau Erupsi Jumat Malam, Tinggi Kolom Abu Sekitar 500 Meter

Ini Zodiak yang Memiliki Sifat Mandiri, Apa Zodiakmu Diantaranya ?

Kecelakaan Terjadi di Sidakarya Denpasar, Pria Asal Jember Meninggal Dunia di TKP

Rahmatullah (Rahmat), warga Pulau Sebesi yang berada 19 kilometer dari  Gunung Anak Krakatau mengatakan, abu tebal ikut menyembur sejak gunung di Selat Sunda itu meletus.

“Abunya tebal, dari jam 12 malam tadi turun. Sampai di depan rumah ini masih ada abunya,” kata Rahmat saat dihubungi, Sabtu (11/4/2020) dini hari.

Menurut Rahmat, letusan pertama terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.

Dentuman begitu keras hingga lokasi rumah Rahmat terasa bergetar.

Letusan kedua, kata Rahmat, terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dengan asap yang lebih tinggi dari letusan pertama.

Hingga pukul 3.30 WIB, kata Rahmat, letusan-letusan kecil masih terdengar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved