Corona di Bali

Satu Warga Jembrana Positif Covid-19 Dirawat di RSUP Sanglah, Punya Riwayat Bepergian ke Luar Negeri

Data perkembangan Covid-19 di Jembrana hingga Jumat (10/4/2020) kemarin, kasus positif Covid-19 di Jembrana menjadi 5 orang, PDP 11 orang

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020). Satu Warga Jembrana Positif Covid-19 Dirawat di RSUP Sanglah, Punya Riwayat Bepergian ke Luar Negeri 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Data perkembangan Covid-19 di Jembrana, Jumat (10/4/2020) pukul 14.00 Wita, kasus positif Covid-19 di Jembrana bertambah satu orang, total ada 5 pasien positif Corona di Jembrana.

Penambahan itu hasil tracking Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, pasien positif Covid-19 di Jembrana kelima ini merupakan warga ber-KTP Jembrana yang tinggal lama di Denpasar.

Saat ini pasien sedang dirawat di RSUP Sanglah dengan riwayat pernah bepergian ke luar negeri.

Sedangkan, empat pasien positif Covid-19 di Jembrana dirawat di RSU Negara, dan kondisinya semakin membaik.

Sementara itu, data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Jembrana bertambah tiga orang.

Seluruh PDP ada riwayat perjalanan ke luar negeri.

Sehingga total jumlah PDP warga Jembrana sebanyak 11 orang, dari data sebelumnya sebanyak 8 orang PDP.

Penambahan PDP pertama dari Kecamatan Pekutatan, hasil screening tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali di Bandara Ngurah Rai, yang saat ini tengah diisolasi di RS PTN Unud.

Penambahan PDP kedua dari Kecamatan Melaya, juga memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dengan membawa hasil rapid test positif di tempat kerja sebelumnya.

Sedangkan penambahan PDP ketiga dari Kecamatan Mendoyo, yang merupakan pengembangan hasil tracking kasus positif Covid-19 Melaya sebelumnya.

Juga memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan saat ini tengah diisolasi di RSU Negara.

"Seluruh PDP masih harus menunggu hasil pemeriksaan swab untuk menentukan status apakah terinfeksi positif atau negatif corona virus," terangnya. 

(*) 

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved