Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Paskah, Belajarlah dari Kisah Hidup Maria Magdalena

Maria Magdalena adalah sosok perempuan yang ikut mengembara bersama Yesus Kristus dan 12 murid pertama

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Ilustrasi
Ilustrasi pemeran Maria Magdalena saat mendapat pengampunan dari Yesus Kristus dalam film The Passion of The Christ. Hari Raya Paskah, Belajarlah dari Kisah Hidup Maria Magdalena 

"Bukan Petrus, bukan Yakobus dan Yohanes maupun murid lainnya. Tetapi seorang wanita yang masa lampaunya kelam diubah oleh Tuhan Maha Pengampun," jabarnya.

Pastor mengajak para umat menghayati hidup iman dalam merayakan Kebangkitan Yesus Kristus di tengah kekhawatiran, ketakutan, kesulitan dan persoalan lain akibat wabah virus corona.

"Kebangkitan Yesus kita rayakan tidak dalam gegap gempita sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tidak dirayakan sorak-sorai secara lahiriah, namun tetap pada nuansa penuh syukur, Tuhan yang kita imani, bukti nyata Allah bapa menyayangi kita saat berada dalam situasi sulit," tuturnya

Pelajaran yang bisa dipetik adalah umat diajak menjadi pribadi katolik yang berkembang menjadi manusia paskah seperti Maria Magdalena.

"Apa artinya, sebagaimana Yesus bangkit dari kematian mengalahkan dosa dan maut, demikian pun kita harus bangkit dari segala keterpurukan hidup karena kesalahan, dosa, keserakahan, egosime dan sebagainya," sebutnya.

"Tuhan tidak membiarkan kita ada dalam keterpurukan hidup, iman harus selalu tumbuh dan berkembang dengan baik sekalipun menghadapi persoalan," jelas dia

Kedua adalah menjadi manusia paskah mengalami kebangkitan Yesus membuat umat lepas dari keterpurukan hidup, tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, harus seperti Maria Magdalena dan para murid.

"Pergi untuk membagikan peristiwa paskah penuh syukur, bangkitnya kehidupan dari keterpurukan hidup kepada hidup orang lain. Menghayati hidup iman seperti Maria Magdalena, meskipun tidak dalam gegap gempita dan gedung gereja, tetapi senantiasa menjadikkan hati kita penuh dengan senyum kepada Allah dan sesama, Tuhan bangkit menguatkan kita," terang Pastor.

Kebangkitan Yesus agaknya dimaknai tugas misioner melangkah keluar dari egosime menghadirkan Kristus yang bangkit, menyelamatkan kepada sesama kita, keluarga dan setiap orang yang ditemui di tengah masyarakat.

Adapun bacaan yang menjadi permenungan bersama kesempatan suci ini meliputi Kisah Para Rasul 10 : 34a. 37-43, surat Rasul paulus kepada jemaat di Kolose 3:1-4 dan Injil Yoh 20 : 1-9.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved