Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Raya Paskah, Belajarlah dari Kisah Hidup Maria Magdalena

Maria Magdalena adalah sosok perempuan yang ikut mengembara bersama Yesus Kristus dan 12 murid pertama

Tayang:
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Irma Budiarti
Ilustrasi
Ilustrasi pemeran Maria Magdalena saat mendapat pengampunan dari Yesus Kristus dalam film The Passion of The Christ. Hari Raya Paskah, Belajarlah dari Kisah Hidup Maria Magdalena 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maria Magdalena adalah sosok perempuan yang ikut mengembara bersama Yesus Kristus dan 12 murid pertama.

Seperti dikisahkan Pastor Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar RD Herman Yoseph Babey, dalam Homilinya saat Misa Hari Raya Paskah, Minggu (12/4/2020) sore.

"Maria Magdalena adalah seorang perempuan yang multi keberuntungan, pernah punya masa lalu kelam ketika hidup dalam berbagai bentuk kesalahan dan dosa," kata Pastor.

Lanjut dia, Maria Magdalena beruntung ditemukan oleh kaum farisi dan para ahli taurat, dihadapkan kepada Tuhan. sekalipun para pemimpin Yahudi ingin mencobai Tuhan apa yang Tuhan lakukan terhadap orang berdosa.

"Tuhan tidak menghukum wanita berdosa ini, sekalipun menurut hukum taurat, ia harus dirajam dengan batu sampai mati," katanya.

Maria Magdalena lalu mendapat pengampunan Tuhan Yesus Kristus.

Sejak saat itu wanita ini mengubah seluruh hidupnya, ia bangkit dari keterpurukan, hidup karena dosa menuju hidup yang baru akibat diampuni Tuhan.

"Yesus adalah segala-galanya bagi Magdalena," ujarnya.

Lebih jauh, Pastor Herman menyebutkan keberuntungan lain dari seorang Maria Magdalena adalah saat ia merasa kehilangan secara total ketika Yesus wafat di kayu salib, ia menjadi pribadi yang penuh kegalauan dan kekhawatiran.

"Bisa saja Maria Magdalena berpikir ia akan dicari orang ahli taurat dan Farisi, ditangkap kelompok elit Yahudi dan diadili," terangnya.

Dengan situasi ini, Maria Magdalena mengambil keputusan yang "radikal" karena kebiasaan masyarakat Yahudi pada Hari Sabat tidak boleh kelihatan berjalan kaki lebih dari 1.000 langkah.

"Maria situasi sulit kehilangan Yesus mengambil pilihan, pagi-pagi buta saat orang Yahudi masih lelap dalam tidur, Maria Magdalena mengambil keputusan keluar dari rumah menuju ke makam Yesus. Ia cerdik mengambil pilihan waktu yang tidak dilihat orang," katanya.

"Apa yang terjadi ketika Maria tiba, ia menemukan kubur kosong, kemudian mengisahkan kepada Petrus dan Yohanes," lanjutnya.

Artinya keberuntungan kedua Maria Magdalena adalah menjadi wanita pertama yang menyaksikan kebangkitan Yesus.

"Bukan Petrus, bukan Yakobus dan Yohanes maupun murid lainnya. Tetapi seorang wanita yang masa lampaunya kelam diubah oleh Tuhan Maha Pengampun," jabarnya.

Pastor mengajak para umat menghayati hidup iman dalam merayakan Kebangkitan Yesus Kristus di tengah kekhawatiran, ketakutan, kesulitan dan persoalan lain akibat wabah virus corona.

"Kebangkitan Yesus kita rayakan tidak dalam gegap gempita sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Tidak dirayakan sorak-sorai secara lahiriah, namun tetap pada nuansa penuh syukur, Tuhan yang kita imani, bukti nyata Allah bapa menyayangi kita saat berada dalam situasi sulit," tuturnya

Pelajaran yang bisa dipetik adalah umat diajak menjadi pribadi katolik yang berkembang menjadi manusia paskah seperti Maria Magdalena.

"Apa artinya, sebagaimana Yesus bangkit dari kematian mengalahkan dosa dan maut, demikian pun kita harus bangkit dari segala keterpurukan hidup karena kesalahan, dosa, keserakahan, egosime dan sebagainya," sebutnya.

"Tuhan tidak membiarkan kita ada dalam keterpurukan hidup, iman harus selalu tumbuh dan berkembang dengan baik sekalipun menghadapi persoalan," jelas dia

Kedua adalah menjadi manusia paskah mengalami kebangkitan Yesus membuat umat lepas dari keterpurukan hidup, tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, harus seperti Maria Magdalena dan para murid.

"Pergi untuk membagikan peristiwa paskah penuh syukur, bangkitnya kehidupan dari keterpurukan hidup kepada hidup orang lain. Menghayati hidup iman seperti Maria Magdalena, meskipun tidak dalam gegap gempita dan gedung gereja, tetapi senantiasa menjadikkan hati kita penuh dengan senyum kepada Allah dan sesama, Tuhan bangkit menguatkan kita," terang Pastor.

Kebangkitan Yesus agaknya dimaknai tugas misioner melangkah keluar dari egosime menghadirkan Kristus yang bangkit, menyelamatkan kepada sesama kita, keluarga dan setiap orang yang ditemui di tengah masyarakat.

Adapun bacaan yang menjadi permenungan bersama kesempatan suci ini meliputi Kisah Para Rasul 10 : 34a. 37-43, surat Rasul paulus kepada jemaat di Kolose 3:1-4 dan Injil Yoh 20 : 1-9.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved