Januari-Maret, 158 Kasus DBD di Tabanan, Didominasi Wilayah Padat Penduduk

Selama tiga bulan pertama tahun 2020, kasus DBD di Kabupaten Tabanan tercatat mencapai 158 kasus

Tabanan
Petugas saat melakukan fogging di wilayah Kecamatan Tabanan dan Marga, Tabanan, Bali, beberapa waktu lalu. Januari-Maret, 158 Kasus DBD di Tabanan, Didominasi Wilayah Padat Penduduk 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Selama tiga bulan pertama tahun 2020, kasus DBD di Kabupaten Tabanan tercatat mencapai 158 kasus.

Angka ini mendekati jumlah kasus yang terjadi selama tahun 2019 lalu, yakni 172 kasus.

Untuk sementara, kasus tersebut tercatat di seluruh kecamatan.

Masyarakat harus mewaspadai kondisi ini, sebab penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, tahun 2019 lalu jumlah kasus yang ditemukan meningkat jauh dari tahun 2018 sebanyak 300 persen.

Tahun 2019 lalu tercatat ada 172 kasus, dan 2018 lalu hanya ada 44 kasus.

Selama tiga bulan tahun 2020 ini sudah tercatat 158 kasus.

Rinciannya, di Kecamatan Tabanan terdapat 49 kasus, di Kecamatan Kediri ditemukan 54 kasus, Kecamatan Kerambitan tercatat 10 kasus, Kecamatan Marga 16 kasus , Kecamatan Penebel ada 12 kasus, Kecamatan Pupuan 1 kasus, Selemadeg Timur ada 8 kasus, Kecamatan Selemadeg ditemukan 2 kasus, dan lima kasus di Kecamatan Selemadeg Barat. 

"Selama tiga bulan (Januari-Maret) sudah ada 158 kasus yang ditemukan. Tapi kami juga sudah antisipasi dengan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat," Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Suramika, Minggu (12/4/2020). 

Suratmika menjelaskan, banyak faktor penyebab yang membuat wabah DBD menyerang.

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved