103 Kegiatan Bedah Rumah Tahun 2020 Ditunda, Dinas PUPR Perkim Bangli Akan Konsultasi ke Pusat

Kepala Dinas PUPR Perkim, I Wayan Suastika menjelaskan penundaan sejumlah kegiatan tersebut tidak terlepas dari adanya surat edaran dari Kementerian

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Foto : Kadis PUPR Perkim Bangli, I Wayan Suastika. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUPR Perkim) Bangli berencana untuk melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat.

Hal ini menyusul ditundanya sejumlah kegiatan terutama bedah rumah dan perbaikan saluran irigasi.

Kepala Dinas PUPR Perkim, I Wayan Suastika menjelaskan penundaan sejumlah kegiatan tersebut tidak terlepas dari adanya surat edaran dari Kementerian Keuangan.

Dimana kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), agar dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19.

Ruang Isolasi Terbatas, RSUD Wangaya Rujuk 1 Pasien Covid-19 Ke RS PTN Unud

Ketersediaan Menipis, Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Bali Donasikan APD Ke RSUD Wangaya

Suastika pun tidak menampik, jika DAK di Dinas PUPR Perkim tergolong besar dengan sejumlah kegiatan.

Mulai dari peningkatan jalan, perbaikan saluran irigasi, hingga bedah rumah.

Namun dari sejumlah kegiatan yang ditunda, pihaknya menilai jika kegiatan bedah rumah ataupun irigasi tergolong penting.

“Kalau untuk jalan masih mending lah. Karena jika kondisi jalan ada kerusakan masih bisa dilalui. Tapi kalau perumahan rusak, sehingga menjadi tidak layak huni kan kasihan masyarakat. Begitupun dengan irigasi, jika irigasi bendungannya tidak berjalan seperti tahun lalu, ada sekitar 105 hektare sawah di subak Tampa Daha yang tidak terairi. Itu juga akan menurunkan produktifitas petani,” ujarnya Senin (13/4/2020)

Sesuai rencana, terdapat 103 kegiatan bedah rumah tahun 2020 ini, dan seluruhnya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah di Kecamatan Bangli.

Suastika menyebut, jumlah tersebut dibagi kedalam dua kegiatan, antara lain pembangunan baru rumah layak huni sebanyak 53 unit, dan peningkatan kualitas rumah (rehab) sebanyak 50 unit.

“Untuk pembangunan baru sasarannya di Kelurahan Cempaga sebanyak 18 unit, Kelurahan Kawan sebanyak 18, dan Kelurahan Bebalang sebanyak 17 unit. Pembangunan baru ini anggarannya Rp. 35 juta per satu unit. Sedangkan untuk peningkatan kualitas, anggaran per satu unit Rp. 17,5 juta dengan sasaran Kelurahan Kubu, Kelurahan Cempaga, Kelurahan Kawan, dan Kelurahan Bebalang dengan masing-masing sebanyak 15 unit,” beber mantan Wakil Direktur Sarana dan Prasarana RSU Bangli ini.

Pihaknya  pemerintah pusat memiliki skala prioritas terhadap kegiatan mana yang akan ditunda dan bisa dilaksanakan. Sebab kegiatan yang dirancang saat ini juga untuk masyarakat.

Untuk itu pria asberharapal Desa Bangbang, Tembuku ini akan melakukan konsultasi ke pemerintah pusat dengan Bappeda Bangli.

“Kami akan coba minta informasi ke pusat apakah ada kegiatan yang masih bisa dilaksanakan. Karena untuk DAK, seluruhnya kegiatan fisik tidak dilaksanakan, kecuali untuk dana DAK di Pendidikan dan Kesehatan,” tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved