Butuhkan 18 Miliar, Proyek RTH Bung Karno dan Taman Baca di Buleleng Ditunda

Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, dan pembangunan Taman Baca di Jalan Gajah Mada.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana RTH Bung Karno yang terletak di Kecamatan Sukasada, Buleleng. Akibat wabah virus corona, Dinas Perkimta Buleleng terpaksa menunda sementara waktu sejumlah proyeknya, termasuk pembangunan tahap akhir RTH Taman Bung Karno 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Akibat wabah virus corona atau covid-19, sejumlah proyek milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Buleleng yang harusnya dijalankan tahun ini terpaksa ditunda sementara waktu.

Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, dan pembangunan Taman Baca di Jalan Gajah Mada.

Kepala Dinas Perkimta Ni Komang Surattini mengatakan, meski pengerjaan fisik ditunda, pihaknya tetap mengisi waktu luang dengan me-review desain proyek yang telah diprogramkan.

Sehingga, jika wabah virus corona ini telah usai, maka pihaknya tinggal mengajukan lelang sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami tetap melakukan review utamanya di proyek ruang publik. Jadi kalau sudah ada kebijakan pimpinan, kami tinggal mengajukan lelang," terangnya.

Bertahan Selama Pandemic Covid-19, Hotel di Kuta Ini Berikan Paket Menginap Bulanan Hanya Rp 3 juta

Ditegur Security karena Gelar Private Party di Bali, Sang Bule Malah Bertindak Tak Terpuji

Sedang Berburu Ayam Hutan, Warga NTT Temukan 4 Bom Peninggalan Perang Dunia II di Gua

Seperti diketahui, sebelum adanya wabah virus corona ini, Dinas Perkimta telah berencana untuk menuntaskan proyek pembangunan RTH Taman Bung Karno, berupa pemasangan patung Bung Karno berbahan dasar perunggu, pembuatan taman, dan ruang pentas (open stage).

Di mana anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan proyek tahap akhir ini sebesar Rp 17 Miliar.

Sementara proyek Taman Baca di Jalan Gajah Mada juga rencananya dibangun tahun ini, dengan anggaran sebesar Rp 1.5 Miliar.

Sementara Sekda Buleleng, Gede Suyasa beberapa waktu lalu menjelaskan, Bupati Buleleng memang telah bersurat kepada seluruh pimpinan SKPD untuk menunda sementara seluruh kegiatan yang belum berjalan atau belum memiliki kontrak.

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Eks Promotor Chris John, Zainal Thayeb Lepas Alpard & Jeep Rubicon

Koster Petakan Masyarakat dan Dunia Usaha yang Terdampak Covid-19, Serta Sumber Bantuannya

Kondisi Pasar Keuangan Membaik, Bank Indonesia Optimistis Cadangan Devisa Akan Meningkat

Sementara kegiatan yang boleh dilaksanakan sesuai arahan pemerintah pusat ditengah wabah virus corona ini hanya kegiatan rutin untuk mendorong perekonomian masyarakat, dan kegiatan yang sudah memiliki ikatan kontrak, serta amprah belanja gaji pegawai.

"Di luar dari tiga itu, semua kegiatan akan dikonsentrasikan untuk penanganan covid-19 ini secara bertahap. Makanya anggaran-anggaran yang ada, kalau dibutuhkan untuk penanganan covid, maka akan dialihkan kesana. Sampai saat ini siapapun tidak bisa menetapkan angka rupiah absolut didalam APBD untuk menyelesaikan covid."

"Karena kita tidak tau sampai kapan covid ini akan berakhir. Kalau berakhirnya satu tahun, maka selama satu tahun ini kegiatan tidak akan dijalankan kecuali yang sudah kontrak," jelas Suyasa. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved