Masyarakat Diminta Waspada, Kelompok Anarko Penebar Teror dan Vandalisme Sasar Anak Muda

Dosen Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sidratahta Mukhtar, meminta masyarakat waspada terhadap keberadaan kelompok Anarko.

istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Jajaran Polda Metro Jaya mengungkap kelompok pelaku penebar teror vandalisme yang mengatasnamakan kelompok Anarko.

Mereka merencanakan aksi bersama-sama kelompok Anarko di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Kalimantan pada 18 April 2020.

Dosen Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sidratahta Mukhtar, meminta masyarakat waspada terhadap keberadaan kelompok Anarko.

Salah satu alasan, karena kelompok itu menyasar anak-anak muda yang masih mencari jati diri.

Kelompok itu secara mudah meniru tren kejahatan yang berkembang di negara-negara lain.

Untuk itu, dia mendukung, langkah Polri memproses hukum terhadap mereka yang terlibat di kelompok tersebut.

“Kalau tidak akan merembet ke trend kejahatan baru yang diinspirasi dari Anarko sebagai identitas baru kejahatan dikalangan anak muda. Tindakan preventif menyelamatkan masa depan kaum muda Indonesia yang jumlahnya lebih dari 90 juta orang,” kata dia, saat dihubungi, Senin (13/4/2020).

Dia menjelaskan dua hal yang perlu dipahami dari fenomena kejahatan baru "anarko" di saat pemerintah sedang menanggulangi pandemi coronavirus disease 2019 (Covid)-19.

Pertama, kata dia, secara teoritik fenomena anarko itu sebagai tindakan vandalisme adalah juvenile delinquency atau kenakalan remaja.

Kedua, dia melanjutkan, jika kenakalan remaja itu disertai bentuk kejahatan lain seperti narkoba, senjata tajam, senjata api, maka dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal.

“Jadi ini berbahaya, perlu kolaborasi yang maksimal dengan melibatkan tepatnya wadah institusi sosial kepemudaan dan lainnya. Ini tidak main-main di tengah kita bersama sama mengatasi Covid 19 ini, mereka masih sempat mengkreasi jenis kekerasan baru," ujar Sidra.

Dia menilai kelompok itu mencari momentum di tengah pandemi Covid-19.

Mereka melihat ada potensi kesenjangan sosial kalangan atas (kaya) dan bawah (miskin) sebagai imbas dari Covid 19.

Oleh karena itu, dia menambahkan selain pendekatan hukum dan policing juga perlu pendekatan sosial budaya, dengan memanfaatkan potensi masyarakat di tempat terjadinya vandalisme tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved