Corona di Bali

Bangli Siapkan Dua Tempat untuk Karantina PMI

Pemkab Bangli pun telah menyediakan dua tempat, yang mampu menampung hingga 160 orang pekerja migran Indonesia (PMI).

Istimewa
Satgas Penaggulangan Covid-19 Bangli ketika melakukan pengecekan ruangan di SKB Kayuambua, Susut. Selasa (14/4/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Isolasi mandiri yang selama ini dilakukan oleh masyarakat, rencananya akan dilakukan secara terorganisir.

Pemkab Bangli pun telah menyediakan dua tempat, yang mampu menampung hingga 160 orang pekerja migran Indonesia (PMI).

Ketua Satgas Penaggulangan Covid Bangli, I Made Gianyar, Selasa (14/4/2020) menjelaskan, karantina terorgaisir ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi bupati se-Bali, bersama Sekda Provinsi Bali selaku Satgas Penanggulangan Covid-19 Bangli pada Senin (13/4/2020).

Berdasarkan rapat dengan Satgas Covid Provinsi,  jika sebelumnya PMI yang mendarat di bandara hanya menyertakan sertifikat sehat, kini para pekerja tersebut juga harus menjalani tes.

Jokowi Sampaikan Enam Arahan untuk Bendung Penyebaran Covid-19

Kebakaran Bangunan Penjualan Tiket Pura Luhur Uluwatu, Begini Penjelasan Polisi

Presiden Minta Sri Mulyani Tegur Daerah yang Belum Relokasi Anggaran untuk Covid-19

Apabila hasil tes dari PMI bersangkutan dinyatakan positif, maka akan dikarantina oleh Satgas Covid Provinsi Bali.

“Yang positif itu ada dua. Diantaranya positif sakit dan positif dengan status orang tanpa gejala (OTG). Untuk yang positif sakit akan langsung dirawat di RSPTN Udayana, atau di RSUP Sanglah. Begitu pun dengan mereka yang positif OTG, juga akan dikarantina oleh Satgas Provinsi,” ujarnya.

Sementara PMI yang hasil tesnya dinyatakan negative, lanjut Gianyar, akan dikarantina selama satu hari.

Ada dua tempat yang disiapkan untuk karantina selama 1x24 jam, diantaranya Balai Diklat Provinsi yang berlokasi di Renon atau di Balai Pelatihan Guru yang ada di Yangbatu, Denpasar, Bali.

“Di tempat tersebut, para PMI akan dikasifikasi tempat asalnya. Mana yang akan ke Bangli, Klungkung, maupun Jembrana. Bagi mereka yang ingin pulang ke Bangli, pemda akan menjemput mereka melalui Dinas Perhubungan, dan selanjutnya akan diisolasi oleh satgas kabupaten bersama satgas desa,” jelasnya.

Lanjut Gianyar, berdasarkan arahan hasil rapat, tempat isolasi boleh memanfaatkan baik fasilitas publik milik provinsi ataupun fasilitas public milik kabupaten.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved