Hasil Lelang Aset Perkara Korupsi Chris Sridana Rp 6 M Diserahkan Kejari Denpasar ke PT Angkasa Pura

Uang yang diserahkan tersebut merupakan hasil lelang satu dari sekian aset terkait korupsi parkir bandara dari terpidana Chris Sridana.

Tribun Bali/Putu Candra
Pengembalian kerugian negara ke Angkasa Pura dilakukan secara simbolis oleh Kajari Denpasar, Luhur Istighfar (kanan) dan diterima oleh Humas Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali, Andanina Megasari 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Luhur Istighfar menyerahkan uang sebesar Rp 6.564.230.400 kepada GM PT Angkasa Pura (Persero) Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Penyerahan dilakukan via teleconference dan secara simbolis yang diterima langsung oleh Andanina Megasari selaku Humas PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali, Selasa (14/4/2020) di ruang Kejari Denpasar.

Uang yang diserahkan tersebut merupakan hasil lelang satu dari sekian aset terkait korupsi parkir bandara dari terpidana Chris Sridana.

"Ini adalah uang hasil lelang perkara parkir bandara yang dikelola PT Penata Sarana Bali. Namun kami setor ke kas negara melalui kerugian di PT Angkasa Pura (AP) 1," tegas Kajari Luhur Istighfar didampingi Kasi Intel yang juga Humas Kejari Denpasar, Agung Ary Kesuma.

Penduduk Tanpa Identitas Domisili Kota Denpasar dan Tinggal 1 X 24 Jam Wajib Lapor Kepala Lingkungan

Ini Perbedaan yang Dirasakan Teco dan Keluarga saat Jalani Paskah Antara di Bali dengan Brasil

Lagi, Pasien Positif Covid-19 bertambah 2 Orang di Gianyar, Satgas Perketat Karantina PMI

Dijelaskan, sebelumnya Mahkamah Agung melalui putusan (MA) tanggal 17 Desember 2014 menolak permohonan kasasi jaksa dan terpidana Chris Sridana.

 Putusan MA itu menguatkan putusan Pengadilan Tinggi (PT) tertanggal 3 Juli 2004. Dalam putusan, Chris Sridana dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Yang bersangkutan dihukum membayar uang pengganti senilai Rp 19 miliar lebih dan barang bukti 8 Sertifikat Hak Milik (SHM) dirampas, dihitung sebagai pembayaran uang pengganti.

Selanjutnya tanggal 7 Juni dilakukan lelang 8 SHM tersebut.

"Hanya SHM 535 yang laku dijual dengan hasil bersih Rp 6.564.230.400. Sisanya belum laku," lanjut Kasi Intel Agung Ary Kesuma.

"Putusan MA menyebutkan uang penganti kepada negara cq PT Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai. Biasanya uang pengganti kami setorkan ke kas negara. Kami tidak memperhatikan, ternyata di putusan ada cq PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai Bali. Makanya terjadi salah setor. Dan prosesnya lumayan lama, kami kemudian bersurat, akhirnya per tanggal 13 Januari 2020 uang itu sudah disetorkan ke Angkasa Pura sesuai dengan amar putusan," imbuhnya.

Sementara Andanina Megasari menyatakan, uang itu disetorkan ke Angkasa Pura bukan ke PT Penata Sarana Bali (PSB), karena yang dirugikan adalah Angkasa Pura, walau yang ngelola parkir itu adalah pihak ketiga PT PSB.

 "Kami mengapresiasi bantuan teman-teman di Kejari Denpasar untuk mendorong ini supaya ini kembali ke kami, sesuai dengan kerugian yang ada di kasasi sebesar Rp 19 miliar," ucapnya.

 "Untuk tahap pertama ini yang kembali ke kami sekitar Rp 6 miliar sekian, dalam bentuk uang dan ditransfer kami. Jadi kembali ke negara melalui Angkasa Pura. Masih ada beberapa aset berupa tanah yang belum dilelang. Jadi kami masih akan terus berkoordinasi," tutup Andanina.(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved