Corona di Bali

RS Pratama Giri Emas Buleleng Akan Dikembalikan untuk Pasien Umum

RS Pratama Giri Emas, yang terletak di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, rencananya tidak akan dijadikan RS untuk pasien Covid-19

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Suasana RS Pratama Giri Emas di Buleleng, Bali 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - RS Pratama Giri Emas, yang terletak di Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, rencananya tidak akan lagi dijadikan sebagai rumah sakit khusus penanganan pasien virus corona atau Covid-19.

Ini menyusul adanya keputusan dari Gubernur Bali, Wayan Koster yang bakal menjadikan RS Universitas Udayana (UNUD) Jimbaran sebagai rumah sakit rujukan pasien corona di Bali.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, Selasa (14/4/2020) sore menjelaskan, dengan adanya keputusan itu, maka saat ini bila terdapat pasien yang terjangkit virus corona, tidak akan lagi dirawat di RS Pratama Giri Emas, atau RSUD Buleleng.

Melainkan akan dirujuk langsung ke RS UNUD.

Hotel BUMN Dan Hotel Melati di Bali Diusulkan Jadi Tempat Karantina PMI dari Luar Negeri

Per Hari,Puluhan Pekerja Dirumahkan Urus UHC Akibat Jaminan Kesehatan Tak Lagi Ditanggung Perusahaan

Dinsos Tabanan Temukan 3 Ribu PBI Tak Layak, Verifikasi Ulang Paska Pembatalan Premi BPJS Kesehatan

"Tidak ada lagi pasien positif yang dirawat di daerah. Itu keputusan Gubenur saat rapat Senin malam kemarin. Nah saat ini di RS Pratama Giri Emas kan masih ada satu pasien (PDP 03) yang dirawat. Dia akan tetap kami rawat di Giri Emas sampai sembuh. Yang akan dirujuk ke RS Unud itu nantinya adalah pasien baru saja," terang Suradnyana.

Bila nantinya PDP 03 telah berhasil sembuh, maka Pemkab Buleleng akan menunggu selama dua bulan, untuk mensterilkan RS Pratama Giri Emas.

Bila sudah steril, maka rumah sakit tersebut bisa kembali menerima pasien umum.

"Kami tunggu dulu selama dua bulan kedepan. Takutnya setelah RS Giri Emas disteril, jumlah pasien di RS Unud membludak, hingga akhirnya dikembalikan lagi ke daerah. Semua kebijakan memang berubah-ubah, karena kita tidak tau persis bagaimana kondisi covid ini kedepan," jelasnya.

Disisi lain, Bupati juga menyebutkan, pihaknya telah menyediakan dua unit bus sekolah milik Dinas Perhubungan Buleleng, sebagai armada khusus untuk menjemput para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari luar negeri.

Setelah dijemput, mereka akan langsung diantar ke tempat isolasi khusus yang telah disediakan oleh masing-masing desa.

"Jadi PMI yang baru tiba di Bandara, dibawa oleh Satgas Provinsi ke Balai Diklat Bali untuk di rapid test. Kalau hasilnya negatif, baru lah PMI asal Buleleng itu dijemput dengan bus. Sopir yang menjemput dilengkapi dengan APD dan masker. Busnya juga disemprot terus dengan disinfektan," terangnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved