Terbukti Edarkan Sabu-sabu dan Ekstasi, Pelajar SMK Diganjar Empat Tahun Penjara

Pelajar berumur 17 tahun ini divonis bersalah, karena terbukti terlibat peredaran narkotik jenis sabu-sabu dan ekstasi

KOLASE TRIBUN BALI
Ilustrasi sabu-sabu di Bali. Terbukti Edarkan Sabu-sabu dan Ekstasi, Pelajar SMK Diganjar Empat Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelajar SMK berinisial KHD diganjar hukuman penjara selama empat tahun oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pelajar berumur 17 tahun ini divonis bersalah, karena terbukti terlibat peredaran narkotik jenis sabu-sabu dan ekstasi.

Ini bukan pertama kalinya KHD berhadapan dengan hukum, diketahui terdakwa anak tersebut adalah residivis narkotik dan pernah dipidana selama dua tahun penjara.

Terhadap putusan hakim tunggal Made Pasek, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya menerima.

"Terdakwa menerima putusan itu. Kami jaksa juga menerima," ucap Jaksa Cokorda Intan Merlany Dewie ditemui usai sidang.

Sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa anak itu dengan pidana penjara selama lima tahun.

Dalam amar putusan hakim, KHD dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman.

Sebagaimana perbuatannya, KHD dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara bagi terdakwa anak. Untuk denda diganti dengan pelatihan kerja selama tiga bulan di Yayasan Mercy Indonesia di Jalan Intan LC, Denpasar Utara," papar Jaksa Cok Intan.

Diungkap dalam surat dakwaan, Kamis 12 Maret 2020 sekitar pukul 19.30 Wita, terdakwa anak tengah memarkir sepeda motornya di areal parkir RS Siloam, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved