Breaking News:

Banjar Ujung Kesiman Larang Warga Terima Anak Kos Baru, Bila Bandel Tak Dapat Pelayanan Adat & Dinas

Sejak dibentuk Satgas sejak 6 April 2020 lalu berbagai terobosan dilakukan dengan melibatkan para elemen masyarakat.

Dok Banjar Ujung
Satgas Gotong Royong Covid-19 di Banjar Ujung Denpasar 

Terlebih, ada dua orang PMI yang sedang menjalani isolasi atau karantina mandiri di rumah.

"Jadi satgas kita terus memantau mereka, selama karantina, loyalis kita support dengan memberikan bantuan kepada warga yang terisolasi," kata Rai Temaja.

"Ada loyalis warga yang nyumbang dalam bentuk barang, dana yang disalurkan melalui rekening penggalangan Banjar Ujung, dan kita share secara terbuka dalam grup warga, animonya sangat tinggi, sampai detik ini sudah masuk 10 juta rupiah lebih, dan 1000 masker terkumpul," katanya.

Sementara Ketua Satgas Banjar Ujung, I Made Berata menambahkan, upaya preventif juga diberlakukan bagi kaum pendatang.

Bagi pemilik kos dilarang menerima warga luar atau ngekos baru di Banjar Ujung.

"Juga batasan bertamu, apabila warga tetap melarang, maka ada sanksi tegas, setiap warga yang melanggar akan tidak dilayani baik secara dinas maupun adat," kata Berata yang juga Kelian Pecalang ini.

Upaya lain yang dilakukan, lanjut Berata adalah melibatkan peran PKK dan sekaa Teruna.

Berbagai kegiatan telah dan akan dilaksanakan, pertama adalah melaksanakan sosialisasi melalui penyebaran buklet dan pembagian alat semprot disinfektan mandiri, memberikan sabun sebagai bentuk sosialisasi penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan menggandeng Dasa Wisma PKK.

"Ada dua pintu masuk menuju Br. Ujung yang dijaga oleh satgas. Secara bergilir anggota Satgas akan mengawasi pergerakan orang, dan di masing- masing pos," imbuh Berata. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved