Corona di Bali

Pemkab Klungkung Fasilitasi 25 PMI Jalani Karantina di Hotel Bintang 4 di Denpasar

Pemkab Klungkung menyewa sebuah hotel di kawasan Denpasar Barat, Bali, untuk mengkarantina PMI asal Klungkung selama 14 hari

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat meninjau hotel yang dijadikan tempat karantina 25 PMI asal Klungkung, di Denpasar Barat, Bali, Rabu (15/4/2020). Pemkab Klungkung Fasilitasi 25 PMI Jalani Karantina di Hotel Bintang 4 di Denpasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah daerah kini mulai memanfaatkan sejumlah hotel sebagai lokasi tempat karantina bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali.

Seperti yang dilakukan Pemkab Klungkung yang menyewa sebuah hotel di kawasan Denpasar Barat, Bali, untuk mengkarantina PMI asal Klungkung selama 14 hari.

Rabu (15/4/2020) kemarin, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meninjau hotel tempat karantina PMI asal Klungkung tersebut.

“Kami kan sebenarnya punya tempat di Klungkung, ada sekolah dan puskesmas. Tapi melihat di media sosial bahwa mereka berharap ditaruh di tempat yang layak. Mereka (PMI) ada yang menghubungi saya meminta disiapkan satu kamar, satu tempat tidur dan satu kamar mandi,” ungkap Bupati Suwirta, Rabu (15/4/2020).

Oleh karena itu, di tengah dilema mencari tempat, Bupati Suwirta memilih salah satu hotel bintang 4 di wilayah Denpasar Barat.

Namun sayangnya, hotel ini hanya bisa menampung 25 PMI asal Klungkung yang sudah datang kemarin.

“Tetapi hotel ini saya baru lihat ternyata sudah banyak PMI lain (PMI di luar Klungkung) yang masuk. Sehingga hanya 25 PMI (Klungkung, red) aja yang bisa masuk. Akhirnya saya harus mencari tempat lagi di Klungkung,” ungkapnya.

“Ada puskesmas, ada SKP, ada kantor pertanian yang sebenarnya mau dibongkar tapi kami kembali fungsikan seperti itu. Harapan saya kepada teman-teman PMI, mohon disadari, saya sudah cari tempat yang terbaik untuk mereka, tapi tempat tidak ada. Ya mereka harus mau terima apa adanya,” sambungnya.

Lanjutnya, PMI yang belum datang nanti akan dikarantina di Klungkung dengan memanfaatkan tempat-tempat tersebut.

Ia menyampaikan, pihaknya tidak bermaksud menempatkan PMI di tempat tidak nyaman, namun memang kondisinya tidak memungkinkan karena keterbatasan kamar hotel.

"Tidak mungkin kami membelikan AC dan lain-lain untuk 14 hari ditempatkan di sana (puskesmas dll yang akan dijadikan tempat karantina). Yang datang tadi malam (kemarin, red) 25 PMI, dan sudah masuk kamar hotel ke-25 nya itu. Tapi yang belum pulang masih lumayan banyak, data pastinya saya tidak punya, yang jelas yang sudah datang sekitar 700-an. Tapi yang belum datang gak sampai ribuan,” imbuh Bupati Suwirta.

"Sekda Provinsi Bali menyarankan, kalau perlu gunakan gedung SMA, gunakan sekolah-sekolah dan kami akan gunakan itu. Sekali lagi saya berusaha bersama Tim Gugus Tugas Klungkung mencarikan tempat yang bagus, bahkan hotel-hotel juga memberikan harga sepertiganya dari rate normal yang cukup murah untuk bisa dimanfaatkan sebagai tempat karantina. Tapi kembali lagi, karena banyak sekali PMI ini, maka akhirnya tempat itu penuh juga. Tentu juga akan ke sana (kerja sama dengan hotel lainnya). Tapi saya akan fokus tempat di Klungkung dulu. Saya harap bagi mereka yang sudah ada di sini (isolasi di hotel) ikut menjaga kedisiplinan karantina. Jangan sampai keluar, ada lingkungan di sini, tidak enak, apalagi saya sudah menitip mereka ke Denpasar, tapi malah merusak citra pemerintah daerah karena tidak bisa diatur,” papar Bupati Suwirta.

(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved