Satpol PP Sita 266 Meja Kursi dari Pedagang yang Bandel Jualan dengan Tempat Duduk

Penyediaan meja dan kursi oleh pedagang bisa menimbulkan kerumunan dan melanggar aturan terkait pencegahan penyebaran Covid-19.

Dokumentasi Satpol PP Tabanan
Satpol PP Tabanan mengangkut meja kursi yang disediakan pedagang untuk mengurangi kerumuman, Rabu (15/4/2020) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Satpol PP Tabanan meningkatkan pengawasan di sepanjang Jalan Bypass Ir Soekarno terhadap pedagang.

Rabu (15/4/2020) malam, tim yustisi mendapati puluhan pedagang makanan masih menyediakan tempat duduk. Padahal sudah dilarang, untuk mengurangi tempat berkerumun.

Ratusan meja dan kursi pedagang akhirnya disita. Sebab, penyediaan meja dan kursi tersebut bisa saja menimbulkan kerumunan atau melanggar aturan terkait pencegahan Covid-19.

Meja dan kursi tersebut disita hingga penanganan Covid-19 berakhir.

Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menjelaskan, kebijakan yang telah dibuat pemerintah daerah harus ditaati untuk kepentingan bersama.

Sebenarnya, pedagang tak dilarang berjualan asalkan tidak menyediakan tempat duduk.

"Padahal instruksi bupati khusus pedagang malam boleh berjualan tetapi tidak menyediakan tempat makan artinya makanan yang dipesan pembeli dibungkus bawa pulang. Tapi karena masih membandel terpaksa kami sita meja dan kursinya," kata Wayan Sarba, Kamis (16/5/2020).

Sarba melanjutkan, beberapa hari sebelumnya pihaknya juga sudah melaksanakan patroli dan banyak mendapati pedagang yang menyediakan tempat duduk.

Mereka secara umum sudah diberikan peringatan.

Namun karena peringatan tersebut tak mempan, terpaksa diambil tindakan tegas, yakni penyitaan.

Total, ada 266 meja dan kursi dari 21 pedagang yang disita.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved