Simpan Makanan di Kulkas Bisa Timbulkan Bau Tak Sedap, Berikut Cara Menghilangkannya

Namun, tahukah kamu ternyata menyimpan makanan dalam kulkas bisa berisiko berbahaya jika kamu salah cara mengolah kembali makanan itu.

Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi Kulkas 

TRIBUN-BALI.COM - Lemari pendingin atau kulkas menjadi tempat menyimpan beragam jenis makanan dan minuman, apalagi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan untuk mencegah virus corona.

Namun, ingat tanpa disadari, kulkas bisa menimbulkan bau yang tidak sedap.

Beragam makanan yang kita simpan di dalamnya, mulai dari sisa telur balado semalam hingga keju yang sudah lewat masa kedaluarsanya akan menghasilkan campuran aroma yang aneh.

Siswa dan Guru Dilarang ke Sekolah, Disdikpora Provinsi Bali Keluarkan Surat Pengumuman Kelulusan

Resep Menu Sahur Ramadan, Kering Tempe Cabai Hijau

Ramalan Zodiak Minggu Ini 18 - 25 April 2020, Taurus Buat Perubahan, Gemini Kesulitan Keuangan

Memang, kulkas sangat baik digunakan untuk pengawetan dan tentunya hampir sebagian besar orang mengonsumsi makan-makanan yang disimpan dari kulkas.

Namun, tahukah kamu ternyata menyimpan makanan dalam kulkas bisa berisiko berbahaya jika kamu salah cara mengolah kembali makanan itu.

Wanita bernama Zhou Ayi itu merasa sakit.

Kemudian pergi ke rumah sakit untuk bertemu dokter, dan hasilnya adalah ada “pembunuh tidak terlihat” bersembunyi di lemari es.

11 Tahun Rusdianto Mengabdi pada Perusahaannya, Kini di-PHK Karena Corona Hanya Dapat 1 Kali Gaji

WIKI BALI - Sejarah Desa Tegal Kertha, Dulunya Hanya Wilayah Perumnas Monang-Maning

4 Zodiak Ini Dikenal Paling Egois dalam Hubungan, Leo Merasa Hidupnya Seperti Komik

Menurut kepala teknisi rumah sakit, wanita yang bernama Zhou Ayi itu mengalami Listeria monocytogenes.

"Pasien diidentifikasi terkenan Listeria monocytogenes adalah umum, dan orang-orang bisanya tidak memilikinya terlalu tinggi."

Namun kasus yang dialami Zhou Ayi berbeda, Listeria dapat menerobos penghalang plasenta hingga menyebabkan meningitis dan sepsis neonatal.

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved