Breaking News:

Tak Terima Dikritik, Trump Serang Balik Obama dan Biden Soal Penanganan Wabah Flu Babi

Dia juga menambahkan bahwa sebanyak 17.000 orang tewas begitu saja akibat ketidakmampuan pemerintahan Obama dan Biden.

(AFP/GETTY IMAGES NORTH AMERICA/WIN MCNAMEE)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump 

TRIBUN-BALI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut mantan presiden Barack Obama dan mantan wakilnya, Joe Biden "tidak kompeten" dalam menangani kasus wabah Flu Babi yang telah menewaskan 17.000 orang warganya, pada Jumat (17/4/2020) .

Melalui kicauannya di Twitter, Trump menulis, "Biden/Obama buruk dalam menangani H1N1 Flu Babi. Jajak pendapat kala itu menunjukkan angka penerimaan yang buruk."

 Dia juga menambahkan bahwa sebanyak 17.000 orang tewas begitu saja akibat ketidakmampuan pemerintahan Obama dan Biden.

"Juga, jangan lupakan situs Obamacare senilai 5 miliar dollar AS yang hampir tidak ada gunanya!"

26 WNI Positif Covid-19 di Wilayah Kerja KJRI New York AS, Enam Orang Diantaranya Meninggal

PB IDI: Jumlah APD yang Ada di RS Swasta Sedikit

Selama wabah Covid-19, Trump telah menghadapi kritik dari Biden, meski pun kedua pria itu berbicara bulan ini via telepon membahas tentang krisis wabah yang sedang terjadi.

Biden telah menyalahkan Trump karena diduga mengabaikan peringatan tentang virus corona sebelum kasus infeksi di AS melonjak dan mengatakan dia memohon Trump untuk tidak mempercayai pelaporan awal China.

Sementara itu, Flu babi, atau H1N1, wabah yang terjadi pada 2009 silam melanda seluruh AS, dan menginfeksi hingga 84 juta orang Amerika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

CDC memperkirakan antara 8.330 dan 17.160 korban tewas akibat H1N1 dari April 2009 sampai 16 Januari 2010.

Satgas Gotong Royong Desa Adat Yangbatu Denpasar Bagikan 2.000 Botol Disinfektan Kepada Warganya

Ramalan Zodiak Cinta Besok 19 April 2020: Leo Banyak Konflik, Cinta Gemini Terbalas

Trump dan Biden berbicara sekitar 15 menit pada 6 April lalu. Keduanya sepakat untuk tidak membocorkan isi diskusi, tetapi Trump mengatakan kepada wartawan, "Kami memiliki percakapan yang hangat dan menyenangkan."

AS memiliki wabah Covid-19 terbesar di dunia yang diakui secara publik, dengan lebih dari 700.000 kasus infeksi dan kasus kematian yang mencapai 37.175 jiwa berdasarkan laporan resmi Worldometers.

Sekitar 17 juta orang AS, atau sekitar 10 persen dari semua pekerja, kehilangan pekerjaan mereka dalam periode tiga minggu karena penutupan bisnis yang bertujuan memperlambat penyebaran penyakit menular Covid-19, menurut data asuransi pengangguran yang dirilis pada Kamis lalu.(*)

Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved