Corona di Bali

Desa Tembok Siapkan 25 Alternatif Pekerjaan Bagi Masyarakat Terkena PHK dan Dirumahkan

Perbekel Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara menyiapkan sebanyak 25 alternatif pekerjaan bagi warga yang kehilangan pekerjaan akibat Corona

Perbekel Desa Tembok
Perbekel Desa Tembok, Buleleng, Bali, Dewa Komang Yudi Astara (pakai udeng) menyediakan alternatif pekerjaan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian akibat wabah virus Corona. Desa Tembok Siapkan 25 Alternatif Pekerjaan Bagi Masyarakat Terkena PHK dan Dirumahkan 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Program inovasi terus diluncurkan Pemerintah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali, di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 ini.

Perbekel Desa Tembok Dewa Komang Yudi Astara menyiapkan sebanyak 25 alternatif pekerjaan bagi masyarakatnya yang kehilangan pekerjaan akibat wabah virus ini.

Dihubungi melalui saluran telepon, Minggu (19/4/2020), Dewa Yudi mengatakan, 25 alternatif pekerjaan yang disediakan pihaknya ada di bidang lingkungan, pertanian, konveksi dan publik servis.

Seperti menjadi petugas kebersihan di fasilitas umum, membuat masker kain, laundry dan pekerjaan mengumpulkan data yang dibutuhkan desa.

Masyarakat yang di-PHK, dirumahkan, atau kehilangan mata pencaharian akibat wabah virus Corona ini bisa mendaftar di Kantor Desa Tembok, mulai Senin (20/4/2020).

Dewa Yudi menyebutkan, bila sudah ada yang mendaftar, maka pihaknya akan melakukan screening.

Artinya akan lebih mempriortitaskan masyarakat yang menanggung banyak keluarga.

"Yang bisa mendaftar hanya masyarakat Desa Tembok. Untuk alat-alat yang dibutuhan seperti mesin jahit, desa sudah menyiapkan ada 10 unit," terangnya.

Disinggung terkait anggaran yang disediakan untuk program inovatif ini, Dewa Yudi mengaku akan diambil dari anggaran penanggulangan bencana, dan sementara disediakan sebesar Rp 200 juta, mengukuti respon dari masyarakat.

"Pekerjaannya beragam, mulai dari skala 7 hari sampai dua setengah bulan. Jadi konsepnya, masyarakat diberikan pelatihan dan uang saku. Bahan bakunya di-support oleh BUMDes. Produk yang dihasilkan akan kami beli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di desa sendiri juga," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved