Corona di Bali
Komunitas Yoga Ananda Marga Galang Dana Pengadaan APD Tim Medis di Karangasem
Yoga Ananda Marga, salah satu kelompok relawan yang berjuang melawan dan memutus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Bumi Lahar
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Orang Karangasem mengenalnya Yoga Ananda Marga.
Komunitas yoga yang berdiri sekitar tahun 1996 adalah satu diantara ribuan kelompok yang berjuang melawan dan memutus penyebaran virus Corona (Covid-19) di Bumi Lahar.
Komunitas ini bertempat di Jalan Kertasari, Kelurahan Padang Kerta, Kecamatan Karangasem, Karangasem, Bali.
Lokasinya dekat bentangan sawah, serta dikelilingi aliran sungai.
Tempatnya asri, disekeliling rerimbunan pohon, serta bunga-bunga dan buah-buahan.
Anggotanya mencapai ratusan orang, yang masih aktif diperkirakan sekitar 50 orang.
Anggota yang bergelut di komunitas yoga berasal dari berbagai etnis, ras, agama dan profesi.
Terbanyak yakni profesi di bidang kesehatan, tenaga pengajar (guru), serta pekerja di hotel dan restoran.
Komunitas yang dikomandoi dr I Ketut Budiarta merupakan salah satu kelompok yang gigih serta ikut berperan melawan Covid-19 dan terus berupaya melakukan sesuatu.
Diantaranya dengan menggalang dana untuk kepentingan petugas medis di Rumah Sakit (RS) Karangasem.
dr Ketut Budiarta menjelaskan, kegigihan anggota Yoga Ananda Marga dalam mengalang dana bermula dari keprihatinan melihat kasus Covid-19.
Penyebarannya terus berkembang, namun alat pelindung diri (APD) yang dimiliki peetugas medis di RS tergolong minim.
Anggota yoga pun menyepakati pengalangan dana untuk kebutuhan APD petugas medis mulai Maret 2020 hingga sekarang.
Antusias anggota dalam kegiatan ini besar, terbukti dari donasi yang terkumpul di luar perkiraan.
Tahap pertama, komunitas berhasil menghimpun dana sekitar Rp 10 juta dari anggota.
"Donasi ini tak dipaksa. Mereka memberikan seikhlasnya. Ada beberapa anggota juga tidak berdonasi karena telah di-PHK perusahaan. Penggalangan dana dilakukan di internal dulu. Seandainya ada bantuan dari luar, kami siap menerimanya," kata dr I Ketut Budiarta, Minggu (19/4/2020) siang.
Pengadaan APD dipilih karena pasokan di RS terbatas, dan minimnya bantuan dari pemerintah pusat.
Selain itu, menurutnya petugas medis merupakan garda terdepan melawan penyebaran Covid-19, yang berhadapan langsung dengan pasien dalam pengawasn ataupun positif COvid-19.
"Komunitas yoga menggalang dana bermula dari keprihatinan anggota melihat kasus Covid-19, dan minimnya APD untuk petugas medis. Akhirnya teman-teman sepakat menggalang dana untuk pengadaan APD ke tim medis sebagai garda terdepan melawan Covid-19," kata Budiarta, dokter asli Gegelang.
Ditambahkan, komunitas telah menyerahkan bantuan tahap pertama ke RSUD Karangasem berupa 300 topi pelindung, serta rantai sekitar 13 meter untuk pembatas antara pasien dengan petugas medis.
Tahap kedua, RSUD Karangasem mengusulkan masker bedah yang saat ini pasokannya sudah meenipis.
"Sekarang kami masih mencarikan masker bedah untuk tim medis. Masker seperti ini memang agak sulit didapat karena pasokan di pusat agak minim. Seandainya tak dapat, rencana dibuatkan dari kain. Kami (komunitas) yang tanggung biaya jarit, RS menyediakan kainnya," aku Ketut Budiarta.
Ia berharap bantuan ini bermanfaat untuk petugas medis yang berjibaku menangani pasien Covid-19.
Pihaknya juga terus berdoa agar petugas medis selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari marahabaya.
"Kami tak ingin lagi mendengar ada petugas medis meninggal dunia," imbuhnya.
Pihaknya juga berharap kepada komunitas lain untuk ikut berjibaku dan terus berupaya melawan Covid-19.
Masyarakat juga harus mengikuti imbauan pemerintah, sehingga Covid-19 bisa ditangani, serta segera berakhir.
"Mari kita bersama lawan Covid-29," imbau Ketut Budiarta.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/komunitas-yoga-ananda-marga-menyerahkan-bantuan-alat-pelindung-diri.jpg)