Kami Berolahraga dan Rutin Bersembahyang, Jangan Beri Stigma Negatif PMI
Selama dalam karantina di hotel, para PMI hanya berolahraga, bersih-bersih, ngegame dan melakukan kegiatan spiritual.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Proses karantina PMI (Pekerja Migran Indonesia) asal Jembrana berjalan lancar. Bahkan berjalan baik. Kesehatan dan aktivitas positif mereka terpantau sangat baik.
Satu di antara mereka, Gusti Ngurah Ketut Darma Sadu (38) asal Kelurahan BB Agung, Negara menuturkan, selama karantina, ia dan puluhan lainnya menjalani proses dengan baik.
Berolahraga dan mengerjakan hal-hal positif di areal Hotel Jimbarwana.
Mereka taat pada anjuran pemerintah, tidak ada kegiatan yang menyalahi aturan, sebagai dukungan memutus rantai penyebaran Covid- 19.
"Saya sendiri kloter ke-2 dari Miami Amerika. Selama menjalani proses karantina, kami berolahraga dan mengerjakan segala kegiatan positif. Sesuai dengan semua anjuran pemerintah," ucapnya, Senin (20/4/2020) di halaman Hotel Jimbarwana.
Gusti Sadu mengurai, mereka bangun tidur sekitar pukul 06.00 Wita kemudian berolahraga.
Seperti senam, main tenis meja dengan fasilitas yang disediakan pemerintah, bermain bola voli dan olahraga lainnya.
Kegiatan itu dilakukan hingga pukul 08.30 Wita, dilanjut bersih-bersih di kamar masing-masing.
Setelah itu baru mengerjakan kegiatan bebas.
Menurut Gusti Sadu, konsumsi sudah disiapkan oleh pemerintah.
Namun ada pula makanan ringan yang dikirim oleh keluarga ke tempat karantina.
"Untuk makanan ringan dari keluarga cuma sampai pagar. Dan keluarga hanya berbincang sebentar dan pulang," ungkapnya.
Pada sore hari, sambungnya, kembali berolahraga, tetap hanya di seputaran halaman hotel.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan spiritual, seperti mebanten atau sembahyang.
"Malam kami kembali lagi aktivitas main gitar dan mungkin ada yang ngegame. Jam 9 malam kami sudah tidak boleh keluar, jadi semua harus di kamar masing-masing," jelasnya.
Ia mengakui, Pemkab Jembrana cukup baik dalam memberi layanan kepada PMI yang dikarantina.
Mulai dari penjemputan di Denpasar, pemberian konsumsi hingga fasilitas hotel.
"Kami tidak ada yang positif (terinfeksi virus Corona). Semua negatif. Kami kalau positif tentu tidak dapat kembali atau dikarantina di hotel. Ketika positif kami langsung dikarantina di RS PTN Unud (Jimbaran). Karena itu kami mohon hilangkan stigma negatif terhadap kami," ujarnya.
Gusti Sadu mengaku, dukungan dari Bupati I Putu Artha sangat terasa.
Bupati sempat mengunjungi ke hotel tempat karantina. Sementara Wabup Kembang Hartawan, menyapa melalui aplikasi zoom dengan para PMI dari tiga hotel berbeda yang dijadikan tempat karantina.
"Ya, bupati berkunjung ke sini. Kalau Pak Kembang mendengar keluhan kami yang ada di tiga hotel saling terhubung melalui zoom," jelasnya.
Gusti Sadu menuturkan, stigma negatif bahwa PMI pembawa penyakit perlu dihilangkan.
Pasalnya, PMI itu sejatinya sudah terseleksi dan mendapat penanganan kesehatan saat masih berada di tempat kerja.
Seperti dirinya yang berada di Miami Amerika Serikat, sewaktu ada imbauan dari Presiden Trump untuk pembatasan cruise land (kapal pesiar), perusahaan langsung menaati.
Hingga 10 Maret lalu, akhirnya dilakukan shut down oleh Presiden Trump.
Dan mulai 14 Maret, ia sudah dikarantina di kapal. Mendapat penanganan dengan social distancing cukup baik. Contohnya, selama di dalam kapal masa karantina, ia menjalani selama 28 hari.
Selama waktu itu, semua steril. Mulai tempat tidur, satu PMI satu kamar. Kemudian satu PMI satu ruangan kamar mandi. Bahkan, makanan pun diambilkan dengan kondisi steril.
"Jadi 28 hari di karantina. Sampai akhirnya pulang pada 12 April dan tiba di Jakarta 14 April dan langsung ke Bali. Dan sebelum ke Jembrana kami sempat ada karantina dua hari di Denpasar. Dan surat sehat baik perusahaan, dari Pemprov, kami memiliki," jelasnya.
Gusti Sadu belum tahu kapan akan berlayar lagi. Pasalnya, kebijakan perusahaan kapal terus berubah.
Pemberitahuan terakhir, kapal akan berlayar pada Juni mendatang.
Namun, keputusan itu bisa dimundurkan lagi, disesuaikan dengan kondisi di seluruh dunia.
"Semua itu melihat kondisi juga. Tapi kami juga akan mensupport keputusan Pemerintah Indonesia terkait Covid-19 ini. Apapun kebijakan akan kami patuhi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/karantinapmii.jpg)