Breaking News:

BREAKING NEWS 23 April Desa Adat Ketewel Gelar Nyepi Sipeng, Warga Tidak Boleh Keluar Rumah

Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, akan menggelar sipeng (Nyepi) atau tidak boleh keluar rumah, Kamis (23/4/2020).

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Patung Titi Banda yang ada di pintu gerbang masuk Kota Denpasar dilihat dari arah Ketewel, Gianyar, Bali 

Di sini ada 11 banjar, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.544 orang, dengan total warga kurang lebih 8.000 jiwa,” ujar lulusan sarjana hukum tersebut.

Ari mengatakan, sebelum sipeng, pihaknya telah memberikan sembako untuk semua KK di Desa Adat Ketewel, yang bersumber dari pengelelolaan LPD Ketewel, total sembako yang dibagikan 15 ton beras, ribuan telur, 5.000 masker dan disinfektan.

Namun KK yang mendapatkan bantuan yang bersumber dari dana LPD ini, kata dia, adalah yang tidak mendapatkan bantuan sembako dari pemerintah.

“Untuk melaksanakan sipeng itu, terus terang masyarakat memerlukan sembako sebagai pertahanan pangan dan menguatkan mentalitas, supaya mentalnya tidak down, karena ada virus ini, dan kami sudah menyerahkan sembako di masing-masing KK pada 17 April 2020, sumbernya dari dana pengelolaan LPD.

Namun ini hanya untuk yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Sebab masyarakat yang tidak mendapat bantuan ini, merasa pemerintah tidak adil. Maka kami di desa adat segera mengatasi supaya pamor pemerintah tidak jatuh, jadi kami berikan bantuan ini,” tandasnya.

Terkait virus covid-19 di wilayahnya, Jro Bendesa Ketewel mengatakan sejauh ini, masyarakatnya terhindar dari virus tersebut.

“Astungkara yang positif tidak ada, yang datang dari luar negeri ada beberapa, tapi dalam artian masih negatif,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved