Sehari Berjuang di RS, Bocah 9 Tahun, Luh Putu Indah Damayanti Akhirnya Meninggal

Saat diterima rumah sakit, kesadarannya menurun, ujung kaki dan tangan dingin, serta trombositnya turun hingga 19 per mikroliter.

istimewa
Luh Putu Indah Damayanti 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seorang bocah berusia 9 tahun asal Lingkungan Banyuning Timur, Buleleng, Luh Putu Indah Damayanti menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (20/4/2020) karena terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ayah almarhum, Gede Agus Laba mengatakan, kepergian putri pertamanya itu terbilang sangat cepat.

Sebab, gejala demam mulai terjadi pada Kamis (16/4/2020) lalu. Kemudian keesokan harinya, Laba membawa putrinya ke Puskesmas, sebab suhu tubuhnya mencapai 37 derajat celcius.

Dokter kemudian memberikan obat dan diperbolehkan pulang.

Setibanya dari Puskemas, Laba mengatakan, kondisi sang anak sempat membaik.

Namun pada Minggu (19/4/2020), kondisinya kembali drop. Putrinya tiba-tiba muntah dan lemas. Hingga Minggu sore, Laba melarikan anaknya ke RSUD Buleleng.

"Sampai di RSUD katanya trombositnya sudah turun sekali. Dikasih minum, muntah terus. Tapi kondisinya sadar, masih bisa ngomong. Bahkan sempat minta pulang," ucap Laba lirih saat ditemui di rumah duka, Selasa (21/4/2020).

Satu hari berjuang di rumah sakit, bocah kelas III SDN 6 Banyuning itu akhirnya menghembuskan napas terkahir.

Ia meninggal dunia pada Senin (20/4/2020) sore. Rencananya, jenazah Damayanti akan dikremasi pada Kamis nendatang.

"Saya tidak menyangka dia meninggal karena DB, karena tetangga sekitar tidak ada yang kena DB. Keluar rumah juga jarang. Paling hanya main ke rumah neneknya di gang sebelah," tutur Laba.

Dirut RSUD Buleleng, dr Gede Wiartana membenarkan jika pasien meninggal karena DBD.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved