Breaking News:

Serba Serbi Dirumahaja

Seniman Terpuruk Alihkan Kegiatan untuk Berkontemplasi dan Mencipta

Merebaknya Covid-19 (Corona Virus Disease 19) dan ditutupnya sentra-sentra seni wisata, dan dibatalkannya Pesta Kesenian Bali 2020, baik di Kabupaten

Editor: Ady Sucipto
dok Tribun Bali/istimewa
I Made Bandem Budayawan, penerima Bintang Jasa Kaisar Jepang 2020, dan International Music Council Award UNESCO 1994. 

Siapa tahu bahwa wabah Covid-19 ini bisa melahirkan karya-karya orisinal, atau karya adaptasi, bahkan karya lanjutan. Seniman tak boleh berhenti berkreativitas.

Menurut kawi agung, Ida Peranda Made Sidemen, umat manusia mesti menabur dan menanam benih ilmu pengetahuan yang berguna bagi publik luas.

Seniman sebagai inspirator mesti mengolah imajinasi dan kreativitasnya sebagai aksi nyata yang jujur, berdampak baik dan memperkaya kehidupan sehari-hari, apalagi pada saat gering saat ini.

Selanjutnya untuk mengatasi keterpurukan sementara ini Pemerintah Pusat menawarkan bantuan.

Landasannya adalah Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Strategi Kebudayaan Nasional 2018.

Direktorat Jenderal Kebudayaan mengedarkan formulir Pendataan Pekerja Seni Terdampak Covid-19 (Penundaan Pentas/Konser/Galeri Tutup/di Rumah tidak ada pemasukan.

Jika berminat daftarkan diri Anda Melalui: bit.ly/borangpsps.

Atau bisa dikirim langsung permohonan ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Derpartemen Pendidikan dan Kebudayaan Jalan Sudirman Jakarta.

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. (*) 

I Made Bandem
Budayawan, penerima Bintang Jasa Kaisar Jepang 2020, dan
International Music Council Award UNESCO 1994.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved