Corona di Bali

Kadang Sama Sekali Tak Laku, Pedagang di Pasar Seni Semarapura Mengeluh Penghasilan Menurun

Menurut Reni, saat ini kondisi penjualan sangat anjlok. Bahkan tak jarang, dari pagi hingga sore tidak ada satupun pembeli di kiosnya.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas para padagang di Pasar Seni Semarapura, Kamis (23/4/2020). Mereka mengeluhkan sepinya kunjungan pembeli, hingva menurunnya pendapatan. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Sudah lebih dari satu bulan, penjualan produk kerajinan di Pasar Seni Semarapura, Klungkung, Bali sepi pembeli.

Hiruk-pikuk aktivitas pembeli yang biasanya selalu ramai setiap harinya, sudah tidak tampak lagi.

Para pedagang pun mengeluh, karena penghasilan mereka turun drastis.

Seorang pedagang di Blok A Pasar Seni Semarapura, Ayu Fera (40), sedang menantikan pembeli ketika ditemui di kiosnya, Kamis (23/4/2020).

Inilah Jadwal Imsakiyah Ramadan Tahun 2020 untuk Kabupaten Buleleng

Hadapi Dampak Corona, Garuda Indonesia Tekan Biaya Operasional Hingga Tutup Rute Tak Menguntungkan

Pertumbuhan Ekonomi Gianyar Turun 1,2 Persen Akibat Sektor Pertanian & Kelautan Tak Digarap Maksimal

Pasar seni yang biasanya menjual produk kerajinan seperti endek dan songket khas Bali tersebut, tampak sangat lengang. Jangankan wisatawan, pembeli lokal juga sangat minim.

Karena sepinya pengunjung, para pedagang ini berkumpul di depan kios mereka sembari mengobrol untuk mengisi waktu luang.

Menurut Ayu Fera, kondisi ini terjadi sudah sebulan terakhir, atau semenjak pandemi covid-19 mulai merebak dan diberlakukan kebinakan sosial distance.

" Sudah lebih dari satu bulan kami mengalami kemerosotan penjualan. Keadaanya sangat sulit, karena pengunjung sangat minim saat ini," ungkap Ayu Fera.

Menurut Ayu Fera, jika hari normal Blok A Pasar Semarapura selalu ramai pembeli.

Alokasi APBD di Bawah 2 Persen, Guru Besar Unud Minta Pemprov Bali Mulai Perhatikan Pertanian

AS dan WHO Jadi Target Sasaran Hacker, Google Deteksi 18 Juta Phising dan Malware Per Hari

Pasien Positif Covid-19 di Bangli Bertambah Satu Orang, Total Jadi 22 Orang

Tidak hanya warga lokal Klungkung, tapi juga banyak dikunjungi warga luar daerah dan wistawan asing untuk membeli kain/sovenir khas Klungkung.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved