Breaking News:

Corona di Bali

Peziarah Padati Makam Islam Maruti Denpasar

Meski sudah ada imbauan social distancing, seribuan warga masih berdatangan untuk melakukan ziarah di Pemakaman Muslim Yayasan Maruti 13

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Peziarah Padati Makam Islam Maruti Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski sudah ada imbauan social distancing, seribuan warga masih berdatangan untuk melakukan ziarah di Pemakaman Muslim Yayasan Maruti 13, Dusun Wanasari, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Bali, Kamis (23/4/2020).

Pengurus Yayasan Makam, Misbahul Munir, S.IP mengatakan sudah memasang spandung imbauan social distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di sejumlah titik pemakaman, selain itu dua pintu masuk juga telah ditutup.

Akan tetapi karena banyaknya peziarah yang menumpuk di luar gerbang pemakaman, akhirnya pengurus makam terpaksa membuka pintu masuk dan mengizinkan para peziarah untuk berziarah.

Susi Pudjiastuti Terancam Bangkrut, Kerugian Rp 30 Miliar per Bulan

"Sebenarnya sudah kami pasang spanduk imbauan social distancing, kegiatan ziarah ditiadakan, kegiatan pemakaman hanya diperbolehkan untuk proses penguburan jenazah saja, itupun dibatasi 15 orang," kata Misbahul kepada Tribun Bali sore ini

"Kami dilema, kami larang mereka datang lebih banyak," imbuhnya.

Peziarah mulai berdatangan sekitar pukul 16.30 Wita, mayoritas adalah peziarah dari luar warga setempat.

Mereka berbondong-bondong datang bersama keluarga menggunakankan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pasalnya, untuk Rukun Warga Muslim (RWM) Dusun Wanasari sendiri sudah ditegaskan untuk tidak melakukan tradisi ziarah menjelang Puasa tahun ini karena ada pandemi covid-19.

"Ini mayoritas yang dari luar, RWM kan tersebar di Denpasar dan Badung, ini yang dari luar dusun kebanyakan, dari warga sekitar sudah disampaikan lewat RT agar tidak ziarah atau perwakilan satu orang saja," bebernya.

Kendati begitu, pengurus makam melalui pengeras suara memberikan imbauan agar peziarah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun yang telah sediakan serat antiseptic gel dan menerapkan physical distancing.

Pantauan Tribun Bali, sudah banyak peziarah yang memakai masker, dan melakukan cuci tangan atau pemakaian antiseptic gel yang disediakan, namun untuk physical distancing tidak berjalan sepenuhnya.

"Kami tetap jalankan protokol kesehatan dari pemerintah, peziarah wajib menggunakan masker, wajib cuci tangan, sudah saya imbau juga melalui pengeras suara untuk jaga jarak 1,5 meter," ucapnya.

Adapun ziarah menjelang Ramadan merupakan tradisi umat Muslim mendoakan para leluhurnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved