Tiga Warga Buleleng Meninggal Akibat DB, Puskemas Diminta Gencar Bagikan Abate dan Pemantauan Jentik

Puskemas diminta gencar membagikan abate (obat pembunuh jentik nyamuk) kepada masyarakat

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Tiga Warga Buleleng Meninggal Akibat DB, Puskemas Diminta Gencar Bagikan Abate dan Pemantauan Jentik 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Menyikapi kasus tewasnya seorang bocah asal Kelurahan Banyuning Timur, Buleleng, Bali, akibat terserang Demam Berdarah (DB), puskemas diminta gencar membagikan abate (obat pembunuh jentik nyamuk) kepada masyarakat.

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Rabu (22/4/2020), mengatakan saat ini jumlah kasus DB di Buleleng memang mencapai seribu orang, hingga sempat berada di peringkat kedua nasional.

Untuk itu, ia mengimbau seluruh masyarakat Buleleng rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup) plus (menanam tanaman penghusir nyamuk).

Selain itu, ia juga meminta petugas puskesmas kembali menggalakkan pemantauan jentik nyamuk di masing-masing rumah warga, serta membagikan abate.

Namun perlu diketahui, air yang sudah dicampurkan dengan abate, tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Sementara upaya fogging, dapat dilakukan bila kasus positif DB sudah terjadi.

Fogging efektifnya baik dilakukan di atas pukul 06.00 Wita, sebelum matahari terbit.

"Ini penyakit selalu terjadi setiap tahun. Tidak boleh dipandang remeh, karena sudah menimbulkan banyak korban. Sudah ada tiga orang yang meninggal. Harus diperhatikan juga kasus DB di tengah wabah pandemi Covid-19 ini. Puskesmas harus memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk, dan membagikan abate," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah usia 9 tahun asal Lingkungan Banyuning Timur, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali, bernama Luh Putu Indah Damayanti meninggal dunia, Senin (20/4/2020), karena terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Saat diterima di RSUD Buleleng, kondisi bocah malang itu dalam keadaan Dangue Shock Syndrome.

Artinya, kesadarannya menurun, ujung kaki dan tangan dingin, serta trombositnya turun hingga 19 per mikroliter.

(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved