Corona di Bali

Anggaran Perjalanan Dinas Dewan Bangli Dipotong 50 Persen untuk Penanganan Covid-19

Setelah sebelumnya dipangkas Rp 300 juta untuk penanganan Covid-19, kini anggaran kembali dipangkas sebesar Rp 8,4 miliar

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar. Anggaran Perjalanan Dinas Dewan Bangli Dipotong 50 Persen untuk Penanganan Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anggaran sekretariat DPRD Bangli kembali mengalami pemangkasan.

Setelah sebelumnya dipangkas Rp 300 juta untuk penanganan Covid-19, kini anggaran kembali dipangkas sebesar Rp 8,4 miliar.

Pemangkasan anggaran tersebut dibenarkan Sekwan DPRD Bangli AA Panji Awatarayana, Jumat (24/4/2020).

Ia mengatakan total anggaran Rp 8,4 miliar itu merupakan refocusing sejumlah kegiatan, salah satunya perjalanan dinas (perdin) yang mencapai 50 persen.

"Dari plavon anggaran perjalanan dinas yang tadinya Rp 12,5 miliar, dipotong 50 persen sehingga kini menjadi Rp 6,250 miliar. Memang sebelumnya anggaran perdin sudah sempat digunakan sekitar Rp 5 miliar lebih. Itu digunakan sebelum pandemi Covid-19 merebak. Sehingga kini hanya tersisa sebesar Rp 800 juta," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gung Panji itu mengatakan, ada sejumlah kegiatan lain yang juga digeser untuk penanganan Covid-19 ini.

Mulai dari peningkatan kapasitas pimpinan dan anggota DPRD, program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, dan sebagainya.

"Dari sejumlah kegiatan tersebut, total anggaran yang dirasionalisasi mencapai Rp 8,7 miliar lebih," sebutnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bangli I Wayan Diar mengatakan, prinsipnya pihaknya terbuka dengan anggaran yang ada di sekretariat dewan.

Bilamana anggaran tersebut perlu digunakan untuk penanganan Covid-19, pihaknya mengaku siap dirasionalisasi.

"Ini kan wujud keadilan di masing-masing OPD. Maka kita per kemarin telah melakukan penyisiran anggaran. Kita di sektreatirat DPRD ini sifatnya open. Artinya jika dibutuhkan lebih banyak lagi, kita siap untuk refocusing ke penanganan Covid-19," katanya.

Diar menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Keuangan, Aset dan Pendapatan Asli Daerah (BKAPAD) Bangli, dari total anggaran sebesar Rp 33 miliar untuk penanganan Covid-19, baru Rp 12 miliar yang telah terealisasi.

Kendati demikian pihaknya belum mendapat rinciannya.

"Anggaran tersebut telah dicairkan ke masing-masing OPD sesuai kebutuhan. Informasinya anggaran yang diperlukan untuk penangaman Covid-19 ini mencapai Rp 154 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari tiga fase. Diantaranya fase pencegahan, dampak sosial, hingga masa pemulihan," tandasnya.

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved