Corona di Bali

Jika Pandemi Covid-19 Terus Berlanjut, Diprediksi Beberapa Koperasi di Klungkung Akan Kolaps

Pandemi covid-19 diprediksi akan mengancam eksistensi beberapa koperasi di Klungkung.

Istimewa
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pandemi covid-19 diprediksi akan mengancam eksistensi beberapa koperasi di Klungkung.

Bahkan jika pandemi tidak kunjung berakhir, besar kemungkinan akan ada koperasi yang kolaps.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa mengungkapkan, sampai bulan April ini memang belum banyak dampak Covid-19 terhadap keberlangsungan koperasi di Klungkung.

Tapi, dalam waktu dua bulan ke depan, ia yakin pandemi Covid-19 akan berdampak terhadap kesehatan koperasi.

Program Belajar dari Rumah Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan, Berikut Pertanyaan dan Jawabannya

Warga Gagalkan Niat Bunuh Diri Janda di Payangan, Ini Alasan NMW Ingin Bunuh Diri

Wakil Bupati Karangasem Minta PMI Taati Aturan Selama Karantina

“Dalam dua bulan ke depan jika masih kondisinya seperti ini, pasti berdampak terhadap koperasi. Pasti sedikit anggotanya yang naruh simpanan maupun yang pinjam. Lalu berlanjutlah akan ada anggota koperasi yang dirumahkan atau di-PHK dari tempat mereka bekerja,” jelas Ardiasa.

Pihaknya memprediksi, beberapa bulan ke depan, operasional koperasi akan terganggu.

Anggota koperasi akan ramai-ramai menarik simpanan mereka, karena lesunya perekonomian masyarakat.

Jika ini tidak diantisipasi besar kemungkinan akan ada koperasi kolaps. Dirinya pun sudah membahas hal ini, dengan para pengelola koperasi di Klungkung.

Pelaku Penembakan di Petang Badung Ditangkap di Probolinggo Jawa Timur

Kondisinya Banyak Jadi Pertanyaan, Kim Jong Un Diduga Kirim Surat ke Bashar al-Assad, Ini Isinya

Permudah Layanan, PLN Siapkan WhatsApp untuk Lapor Meter Mandiri, Begini Caranya

" Saya sudah imbau kepada pengelola koperasi, agar ini diantisipasi. Bicarakan kemungkinan terburuk dengan pengurus koperasi, dan juga dengan anggota untuk memberikan kebijakan keringanan kepada anggota."

"Ini demi keberlanjutan koperasi. Misalnya, memberikan kelonggaran penundaan pembayaran pokok angsuran, tapi bunganya tetap dibayarkan,” jelas Ardiasa.

Ia juga menegaskan jika koperasi beda dengan bank. Jika bank kolap ada lembaga penjaminnya. Namun jika koperasi kolaps, sejauh ini belum ada lembaga yang ditetapkan sebagai penjamin.

Mulai Hari Ini Pesawat Terbang Komersil Dilarang Beroperasi Hingga 1 Juni 2020

Soal dan Jawaban TVRI SD Kelas 1 2 3 Hari Ini Jumat 24 April, Sahabat Pelangi Mari Menabung

Ardiasa juga menyarankan, jika nantinya ada koperasi yang mulai kesulitan modal usaha, pengurus koperasi bisa mengajukan permohonan pinjaman atau pembiayaan kepada Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM). Dana bergulir ini sangat membantu ketahanan pelaku UMKM anggota koperasi dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved