Bikin Usaha Rekaman Musik Rock Secara Online, Jaya Malah Dapat Klien dari Italia

Hampir setiap hari ia memixing musik utuk rekaman dari kliennye yang beragam dari band solo, hingga membuat aransemen musik.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Jaya Saputra pemilik Jto record saat berada di studio rekaman dirumahnya yang berlokasi di Blahbatuh, Gianyar 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Jaya Saputra, pemilik Jto record mendirikan usaha rekaman dirumahnya yang berlokasi di Blahbatuh, Gianyar sejak 2008.

Hampir setiap hari ia memixing musik utuk rekaman dari kliennye yang beragam dari band  solo, hingga membuat aransemen musik.

Semenjak adanya pandemic covid-19 ini rekaman di studio musiknya pun mulai berkurang

Dan pada situasi seperti saat ini ia tak berhenti untuk bekerja

335 WNI Dipulangkan dari Sri Langka dan Maladewa, 80% Adalah Warga Bali

Menko Polhukam: Larangan Mudik Berlaku di Seluruh Wilayah Indonesia

Direktur World Bank: Krisis Akibat Covid-19 Jadi yang Terburuk Sejak Perang Dunia

Dia tetap menggarap musik secara online, bahkan salah satu kliennya berasal dari italia daerah yang kasus covid-19 sangat tinggi.

"saat ini klien saya kebanyakan musisi dari luar seperti, Italia dan rusia. Biasanya saya dikirimi vocal mentahnya dan saya buatkan aransemen musiknya di sini dan tinggal  digabungkan. Kesulitannya hanya ya saat komunikasi karena beda jam misalnya disana pagi dan ditempat kita malam" ucapnya saat mengerjakan project kliennya.

Kendala lain yang dihadapi saat processing memerlukan waktu  ekstra Walaupun bisa rekaman  jarak jauh namun rekaman langsung lebih menarik menurutnya.

Namun saat ini bekerja online tetap menjadi solusi terbaik.

Musik yang sering digarap kebanyakan bergenre rock adapula yang membuat musik yoga terutama klien yang tinggal di ubud.(*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved