Corona di Indonesia

Di Tengah Pandemi, Penjualan Sayur Online di Jakarta Melonjak      

Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa pandemi virus korona adalah ritel. Terutama, yang melayani kebutuhan sehari-hari

Ilustrasi sayuran 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa pandemi virus korona adalah ritel.

Terutama, yang melayani kebutuhan sehari-hari seperti produk segar semacam sayur dan buah-buahan.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan seruan untuk berada di rumah membuat sebagian orang membeli produk segar tersebut lewat kanal online.

Terutama, melalui platform penjualan produk sayur- mayur dan buah-buahan.

Dandim 1611/Badung Ingatkan Babinsa untuk Patroli dan Beri Imbauan Covid-19

Bule Australia Pelaku Pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa di Pantai Kuta Bebas Juli Mendatang

Sudah Berada di Dekat Pelabuhan Benoa, Ratusan PMI Asal Bali Tak Diizinkan Turun di Benoa

Salah satunya adalah Sayurbox. Penerapan PSBB dan seruan tidak keluar rumah kecuali terpaksa, untuk mencegah penyebaran virus korona, rupanya membawa berkah bagi startup tersebut.

Menurut Oshin Hernis, Head of Communication Sayurbox, permintaan terhadap produk yang ada di Sayurbox setelah pemberlakukan PSBB langsung melonjak drastis hingga lima kali lipat dari biasanya.

Lonjakan permintaan ini membuat Sayurbox semakin bergerilya mencari pasokan sayur-mayur dan buah-buahan dari para petani lokal.

"Kami juga bisa menjangkau lebih banyak petani lokal di area terpencil, yang awalnya belum bisa kami jangkau," katanya dilansir dari KONTAN.

Mulai Pekan Depan Kejari Denpasar Terapkan Sistem Tilang Drive Thru untuk Hindari Kerumunan

Dirut RSUP Sanglah Akui Ruang Isolasi Penuh Pada Siang Ini

Sempat Keguguran dan Hamil Lagi, Ringgo Agus Rahman & Sabai Umumkan Kehamilan dengan Cara yang Unik

Selama pandemi korona, produk segar, seperti jamu dan jus buah, paling banyak konsumen cari di Sayurbox.

Sedang untuk menjaga kesegaran dari produk tersebut, Oshin mengklaim, setelah mendapatkan pasokan, Sayurbox langsung menyimpannya di dalam gudang pendingin dan mengemasnya. Kemudian  langsung mengirim ke konsumen begitu ada pesanan yang masuk.

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved