Ini yang Harus Diperhatikan Penderita Diabetes Saat Menjalani Ibadah Puasa

Tak terkecuali dengan orang yang sedang sakit, orang yang sedang sakit juga pasti ingin menjalankan ibadah puasa jika masih mampu.

Tribun Jabar
Ilustrasi Cek Diabetes 

TRIBUN-BALI.COM - Bulan ramadhan merupakan bulan yang suci yang pastinya sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim.

Tak terkecuali dengan orang yang sedang sakit, orang yang sedang sakit juga pasti ingin menjalankan ibadah puasa jika masih mampu.

Apalagi hukumnya wajib dan pahala yang dijanjikan besar.

Bagaimana dengan orang yang sedang menderita diabetes atau gula.

Robot Sterilisasi Covid-19 ‘Violeta’ Buatan ITS dan Unair Diperkenalkan

Tak Hanya di Bali, Zainal Tayeb Juga Salurkan Sembako ke Lombok, Makassar, dan Banyuwangi

Polda Bali Ungkap Pelaku Keprok Kaca di Denpasar Telah Beraksi di Tujuh TKP

Menurut dokter spesialis gizi dr. Amelya Augusthina Ayusari MGizi SpGK, orang yang menderita sakit diabetes atau gula yang ingin menjalankan puasa di bulan ramadhan, masih diperbolehkan.

Hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut hasil wawancara Tribunnews bersama dengan dr. Amelya Augusthina Ayusari MGizi SpGK mengenai cara menjaga kadar gula darah penderita diabetes saat berpuasa.

1. Sebelum melaksanakan ibadah puasa, sebaiknya para penderita diabetes konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait adakah potensi mengalami hal-hal seperti dehidrasi, hipoglikemia dan ketoasidosis.

2. Setelah melakukan konsultasi, jalankan saran-saran yang diberikan oleh dokter.

3. Jika penderita diabetes berpuasa, maka dia harus lebih sering mengontrol atau mengecek kadar gula darahnya.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved