Corona di Bali

Permintaan Canang Menurun Terkena Dampak Corona

Semenjak banyak hotel, art shop tutup dan juga anak kos mulai memilih untuk dikampung, permintaan canang pun mulai berkurang.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pedagang Canang di Pasar Sengol Gianyar 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dampak dari covid-19 membuat usaha canang pun terkena imbasnya.

Semenjak banyak hotel, art shop tutup dan juga anak kos mulai memilih untuk dikampung, permintaan canang pun mulai berkurang.

Harga canang biasanya juga naik pada saat hari-hari tertentu, misalnya pada saat hari rerainan purnama, tilem,  kajang kliwon dan menjelang hari besar lainnya.

Pada situasi pandemi Covid-19 saat ini banyak yang memilih untuk membuat sendiri canang di rumahnya.

22 Orang Jadi Korban, Penembakan Terburuk dalam Sejarah Kanada Dipicu Pertengkaran Pelaku dan Pacar

Puasa Ramadhan Ditengah Pandemi Covid-19 Justru Menguatkan Daya Tahan Tubuh, Begini Penjelasannya

Bikin Usaha Rekaman Musik Rock Secara Online, Jaya Malah Dapat Klien dari Italia

"Sebelum corona saya mengirim canang sampai enam ratusan tanding canang sekarang banyak art shop tutup dan hotel saya istirahat dulu" ucap sumiwi (43) seorang pengepul canang.

Meski permintaan akan canang menurun, di kawasan pasar sengol gianyar pedagang canang masih terlihat menjual canangnya namun mengurangi jumlah jualannya,Sabtu (25/4/2020),ditambah lagi aturan jam berjualan dibatasi.(*)

Penulis: I Nyoman Mahayasa
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved