Kisah Pasek Wijaya Rela Bertanding Antar Kampung Demi Hidupi Keluarga

Kisah pilu pernah dialami legenda Timnas Indonesia asal Bali Made Pasek Wijaya

Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
I Made Pasek Wijaya di Lapangan Gelora Trisakti, Kuta, Badung, Bali, Rabu (24/10/2018). Kisah Pasek Wijaya Rela Bertanding Antar Kampung Demi Hidupi Keluarga 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kisah pilu pernah dialami legenda Timnas Indonesia asal Bali Made Pasek Wijaya.

Pria yang dijuluki Kijang Dewata ini, harus rela bertanding di turnamen antar kampung (tarkam) di daerah Jabodetabek tahun 1998, demi menghidupi keluarga di Jakarta.

Sebab, saat itu terjadi krisis moneter dan kompetisi Indonesia tahun 1998 dihentikan.

Saat ini hal serupa terjadi di Indonesia.

Namun pandemi Covid-19, ini melanda seluruh dunia.

Kompetisi sepak bola di seluruh dunia mati total.

Pasek Wijaya mengisahkan kejadian tahun 98 mirip seperti saat ini.

Bedanya, semua negara di dunia merasakan dampaknya.

Ia mengakui tahun 1998, harus memilih bertanding tarkam untuk bisa mendapat uang demi memenuhi kebutuhan keluarga di Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Marianus Seran
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved