Sejarah Islam di Bali

Pertualangan Raden Fatah ke Bali dan Balik Lagi ke Majapahit hingga Peristiwa Batara Katong

yang datang ke Gelgel itu adalah Sultan Demak Raden Fatah sebagai putra Prabu Brawijaya V Raja Majapahit

Penulis: Kambali | Editor: Kambali
Dok. Komunitas Pecinta Majapahit
ilustrasi - Kapal "Spirit of Majapahit" 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Banyak versi sejarah masuknya Agama Islam di Bali. Di antaranya yang dikenal pada masa kerajaan Gelgel, Klungkung pada abad XVI. Namun ada beberapa versi yang berbeda.

Menurut C.C. Berg seorang ahli sejarah berkebangsaan Belanda kelahiran Indonesia mengatakan, bahwa yang datang ke Gelgel itu adalah Sultan Demak Raden Fatah sebagai putra Prabu Brawijaya V Raja Majapahit yang terakhir sampai runtuhnya yang ditaklukan oleh Raden Fatah putranya sendiri.

Kisah Ratu Dewi Fatimah Tak Mampu Memotong Bulu Kaki Raja Dalem Ketut di Kerajaan Gelgel

Memang hubungan Majapahit dengan Gelgel sangat erat dari awal berdirinya sampai runtuhnya kerajaan itu. Hal inilah yang dijadikan Raden Fatah untuk masuk ke Bali (Gelgel). Dalam riwayat yang lain ketika Prabu Brawijaya V dievakuasi ke Blambangan karena adanya kekacauan di Istana Majapahit akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Raden Fatah putranya.

Menurut Thomas Stamford Rafless, dalam bukunya  The History of  Java, bahwa  pada waktu Prabu Brawawijaya meninggalkan istana Majapahit dalam pengungsiannya sempat menyeberang ke Bali karena di Bali sudah ditunggu oleh putranya (tidak disebut namanya)  dan terjadinya peristiwa itu sekitar tahun 1403 atau sekitar tahun 1320 tahun Jawa.

Al-Quran Kuno Kampung Bugis Serangan Bukti Peninggalan Sejarah Islam di Bali, Diarak Setiap 1 Sura

“Meskipun pada akhirnya Prabu Brawijaya dikembalikan lagi ke Majapahit dan berada di Majapahit hingga akhir hayatnya namun dari peristiwa di atas dapat dikatakan bahwa ada kemungkinan awalnya Raden Fatah datang ke Bali pada saat itu hanya untuk menemui dan mencari saudaranya atau keturunannya itu meskipun sudah berlainan keyakinan atau agama,” tulis Drs. H. Bagenda Ali, MM  dalam bukunya yang berjudul “Awal Mula Muslim Di Bali” yang telah cetak pertama pada Januari 2019.

Temuan Situs Petirtaan Era Kerajaan Majapahit di Jombang Menguak Fakta Menarik, Mirip Candi Tikus

Sementara itu ada pendapat yang lain bahwa ada utusan yang berasal dari Mekah yang datang ke Gelgel untuk menyiarkan Islam masih diperdebatkan para sejarahwan. Tetapi yang jelas ada utusan dari Demak Ke Bali (Gelgel) untuk mengajak sang Raja Dalem Watu Renggong yang berkuasa selama kurun waktu 1480 M – 1550 M untuk memeluk Islam yang waktu itu Raja Dalem Watu Renggong relatif masih berusia muda namun lagi-lagi misi itu gagal.

Drs. H. Bagenda Ali, MM dalam tulisannya tersebut, oleh karena gagal mengislamkan raja maka rombongan kembali lagi ke Demak (Jawa) dan beberapa orang pengiringnya tetap tinggal di Gelgel dan menurunkan beberapa keturunan yang kemudian menjadi komunitas muslim di kampung Gelgel hingga sekarang ini.

Kompleks Elite Kerajaan Majapahit Ditemukan di Mojokerto, Diduga Area Pemujaan 2 Raja Singasari Ini

Pada akhirnya bahwa kedatangan awal Islam di Bali berada di masa Pemerintahan antara Dalem Ketut Ngelesir dan Dalem Waturenggong (1380–1550 M) yaitu pada abad XIV – XVI di masa dua raja inilah yang sangat besar kemungkinannya komunitas Muslim Gelgel muncul keberadaannya di Bali.

Memang pada masa kekuasaan Dalem Waturenggong di Bali bersamaan dengan itu pula perkembangan agama Islam semakin meluas banyak orang-orang penting di Majapahit menjadi Muslim bahkan sebagian putra penguasa Majapahit (Brawijaya V) juga menjadi Muslim misalnya Batara Katong (pendiri Kota Ponorogo) Pangeran Jin Bun keturunan etnis China (Raden Fatah), Pangeran Lembu Kenanga (Adi Pati Pamekasan Madura) dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved